Geledah Kantor Dinas PU Banjar, Petugas KPK Sita Koper-Dus Dokumen

Dadang Hermansyah - detikNews
Jumat, 10 Jul 2020 19:30 WIB
Petugas KPK menyita sejumlah barang bukti dari penggeledahan di Banjar
Petugas KPK menyita sejumlah barang bukti dari penggeledahan di Banjar (Foto: Dadang Hermansyah)
Banjar -

KPK menggeledah Kantor Dinas PU Kota Banjar hingga berjam-jam. Dari Jumat (10/7/2020) pagi penggeledahan, petugas KPK akhirnya keluar sekitar pukul 17.45 WIB melalui pintu depan.

Pantauan detikcom, petugas KPK yang keluar dari Kantor Dinas PU sebanyak 17 orang. Salah satu diantaranya membawa kardus bekas air mineral yang di dalamnya terdapat kertas dokumen. Saat dibawa posisi kardus berdiri dan bagian atasnya terbuka. Seorang petugas lainnya membawa 1 koper berwarna hitam.

Mereka keluar secara satu per satu, kemudian menuju mobilnya masing-masing yang sudah siap berangkat. Sekitar pukul 17.50 WIB, mobil yang ditumpangi KPK meninggalkan kantor PU menuju arah Doboku. Belum ada informasi lebih lanjut tujuan selanjutnya.

Hari ini, Kota Banjar kedatangan KPK yang melakukan penggeledahan di dua tempat. Yakni di Rumah Dinas Wali Kota Banjar atau pendopo, dan Kantor Dinas PU Banjar. Petugas KPK terlihat dibagi 2 tim, sama-sama beraktivitas pagi. Tim yang memeriksa pendopo selesai pukul 15.45 WIB. Sedangkan tim yang di Dinas PU selesai pukul 17.45 WIB.

"Iya ada mobil berplat Jakarta 2 orang. Saya tidak tahu datangnya jam berapa, tapi sudah ada disini. Ada polisi juga 2 orang bawa senjata. Tidak tahu dari mana. Saya kira itu tadi yang pas ada LSM," ujar salah seorang petugas keamanan Pendopo (Satpol PP) yang tidak mau disebutkan namanya.

PLt Jubir KPK Ali Fikri kepada wartawan membenarkan adanya kegiatan KPK di Banjar. Pihaknya tengah menyelidiki kasus dugaan tindak pidana korupsi terkait proyek pekerjaan infrastruktur pada Dinas PUPR Banjar tahun 2012 hingga 2017.

Tim penyidik KPK tengah melakukan tahap pengumpulan alat bukti, memeriksa saksi dan melakukan kegiatan penggeledahan di beberapa tempat di Kota Banjar. Termasuk pendopo dan Dinas PUPR Banjar, Jumat (10/7/2020).

"Kami saat ini belum dapat menyampaikan detail pihak-pihak yang ditetapkan sebagai tersangka. Karena sebagaimana telah kami sampaikan, bahwa kebijakan Pimpinan KPK terkait ini adalah pengumuman tersangka akan dilakukan saat penangkapan atau penahanan telah dilakukan," kata Ali.

(mud/mud)