Rawan Kejahatan, Pemdes Diminta Libatkan Polisi-TNI Kawal Dana Desa

Ismet Selamet - detikNews
Jumat, 10 Jul 2020 19:12 WIB
Ilustrasi Subsidi Bunga
Ilustrasi uang (Foto: shutterstock)
Cianjur -

Pemerintah Desa di Kabupaten Cianjur diimbau untuk melibatkan aparat kepolisian atau TNI saat mencairkan Dana Desa. Sehingga pencurian atau perampokan DD usai penarikan uang tidak lagi terulang.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Cianjur Ahmad Danial, mengatakan sejak bergulirnya program dana desa, Pemkab Cianjur sudah menjalin komunikasi dengan polisi dan TNI untuk turut mengawal pencairan.

Sebab, tak adanya pengawalan berisiko terjadi pencurian atau perampokan.

"Makanya dari awal diimbau, kepala desa silakan libatkan polisi atau TNI untuk mengawal," ujar Danial, Jumat (10/7/2020).

Sayangnya masih banyak Desa yang mengabaikan imbauan tersebut. "Dan memang banyak terjadi, beberapa tahun terakhir. Yang terbaru Dana Desa Ciandam yang digondol perampok dengan modus gembos ban," kata dia.

Oleh karena itu, lanjut Danial, DPMD berharap pemerintah desa tak mengabaikannya lagi, sehingga uang untuk pembangunan desa dan pemberdayaan masyarakat tidak hilang dibawa pencuri atau perampok.

"Kalau sudah terjadi, yang ada pembangunan di desa jadi terhambat. Karena uangnya dibawa kabur pelaku. Lebih baik mencari cara yang aman, dengan melibatkan pihak kepolisian atau TNI," kata dia.

Sebelumnya, Uang Dana Desa (DD) senilai Rp 90,8 juta raib digondol perampok, Kamis (9/7/2020). Pelaku yang berjumlah empat orang itu berhasil membawa uang Desa Ciandam Kecamatan Mande Kabupaten Cianjur usai menggembosi ban mobil korban.

Dari informasi yang dihimpun deticom, perampokan itu bermula ketika Baban Sobandi, Kasi Kesra Desa Ciandam mencairkan DD untuk pembangunan jalan desa ke Bank BJB.

Plh Wakapolsek Cianjue Iptu Hermansyah, mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait kasus perampokan dengan modus gembos ban tersebut.

Rencananya polisi memeriksa CCTV bank hingga memeriksa sejumlah saksi terkait kasus tersebut.
"Kami masih dalami, kami akan berusaha agar secepatnya terungkap," pungkasnya.

(mud/mud)