Ridwan Kamil Lanjutkan Penataan Gasibu-Monumen Perjuangan

Yudha Maulana - detikNews
Kamis, 09 Jul 2020 23:05 WIB
Lapangan Gasibu
Lapangan Gasibu Bandung (Foto: Yudha Maulana)
Bandung -

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memastikan penataan Gasibu dan Monumen Perjuangan di Kota Bandung masih akan terus dilakukan. Menurut pria yang akrab disapa Kang Emil itu, proyek ini akan menggenjot perekonomian lokal di masa pandemi.

"Kita ketahui ekonomi Jabar dan Indonesia padam karena ekspor, investasi dan daya beli menurun. Satu yang bisa menghidupkan perekonomian di Jabar adalah belanja pemerintah. Kita coba dorong proyek pemerintah terus bergerak," ujar Kang Emil di Gasibu, Kamis (9/7/2020).

"Kita harapkan ini bisa menguatkan ekonomi lokal, ada katering, suplier, padat karya juga mudah-mudahan terjadi di daerah sehingga geliat ekonomi bisa tetap ada di Jabar," ujar Kang Emil melanjutkan.

Rencananya di Gasibu akan dibangun 27 tiang yang mewakili 27 kabupaten/kota di Jawa Barat. Menurut Kang Emil, pembangunan itu menampung aspirasi dari bupati/walikota akan keterwakilan daerahnya di jantung ibukota.

"Jadi biar orang tahu itu tiang Majalengka dengan motif batik khas dari daerah tersebut, kemudian ada tinag Ciamis, Majalengka dan sebagainya. Monumen Perjuangan juga kita perbaiki pelan-pelan agar jadi ruang terhomat, Insya Allah bulan Januari selesai," kata Kang Emil.

Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Provinsi Jawa Barat Boy Iman Nugraha mengatakan, di kawasan Monumen Perjuangan akan ada empat segmen yang dibangun. "Welcome Plaza, Griya Kriya, Fest Plaza. di Welcome Plaza ada taman plus namanya Monumen Pandang," tutur Boy.

Progres penataan kedua landmark Jawa Barat itu, kata Boy, baru berjalan kurang lebih 7 persen. "Ini dimulai awal Juni, target selesai di kontrak November, tetapi kami inginnya September selesai. Gasibu diharapkan sebelum tanggal 17 Agustus selesai," ujar Boy.

Dilansir dari laman Sistem Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Jawa Barat nilai pagu Penataan Kawasan Monumen Perjuangan dan Gasibu sebesar Rp 90.600.000.000
dengan nilai HPS paket Rp 75.673.868.211,23.

(yum/mud)