Hari Ini Kasus COVID-19 di Jabar 962 Orang, Ridwan Kamil: Mayoritas Secapa AD

Yudha Maulana - detikNews
Kamis, 09 Jul 2020 17:33 WIB
Ridwan Kamil segera putuskan daerah yang boleh gelar salat id
Foto: Yudha Maulana
Bandung -

Penambahan kasus positif COVID-19 di Jawa Barat memecahkan rekor pada Kamis (9/7/2020). Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan RI hingga pukul 12.00 WIB, terjadi penambahan kasus COVID-19 sebanyak 962 kasus.

Data tersebut sesuai dengan yang tertera di Pikobar pukul 17.06 WIB, di mana kasus positif yang terkonfirmasi 962 orang, di mana empat orang meninggal dan 27 orang dinyatakan sembuh.

Lonjakan kasus itu melambungkan angka terkonfirmasi COVID-19 di Jabar ke angka 4.843 kasus, dari sehari sebelumnya yakni 3.881 kasus. Penambahan ini juga membuat catatan penambahan COVID-19 tembus ke angka 2.657.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jawa Barat (GTPP Jabar) Daud Achmad mengakui jika penambahan kasus itu yang paling tinggi sejak kasus pertama COVID-19 di Jabar teridentifikasi 6 Maret 2020 lalu.

Saat ditanya apakah tambahan kasus itu berasal dari klaster Sekolah Calon Perwira Angkatan Darat (Secapa AD), Daud belum bisa memastikan hal itu. "Masih kita lacak dari mana saja itu berasal," ujar Daud di Gedung Sate, Kota Bandung.

Sementara itu Gubernur Jabar Ridwan Kamil dalam postingannya di instagram sekitar pukul 16.55 WIB, memastikan angka 962 kasus Jabar hari ini mayoritas datang dari klaster institusi kenegaraan. "Karena berada di satu titik, secara teknis bisa dilokalisir dan memudahkan karantina," katanya.

Menurutnya saat ini gugus tugas sedang melakukan tracing dan testing kepada keluarga dan warga di sekitar lokasi. "Mari semua warga jaga protokol COVID dengan disiplin di mana pun kita berada, karena perang dengan COVID ini masih jauh dari usai," tulisnya.

Hari ini Jabar mencacatkan rekor paling banyak, kemudian disusul Jawa Timur dengan 517 kasus dan DKI Jakarta 284 kasus.

Tonton juga 'Secapa TNI AD Klaster Baru Covid-19 di Jabar, 1.262 Orang Positif':

[Gambas:Video 20detik]

Sebelumnya, pada 4 Mei 2020 pernah terjadi lonjakan kasus di Jawa Barat dengan 196 kasus. "Lonjakan kasus yang terjadi dulu juga, setelah ditelusuri adalah pasien yang tadinya dirawat di Jakarta, dirawat di Jawa Barat," ujar Daud.

(yum/ern)