Klaster Secapa AD, Gugus Tugas Jabar: Ditangani Langsung oleh TNI

Yudha Maulana - detikNews
Kamis, 09 Jul 2020 15:34 WIB
Poster
Foto: Edi Wahyono
Bandung -

Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jawa Barat (GTPP Jabar) irit berkomentar mengenai klaster Sekolah Calon Perwira Angkatan Darat (Secapa AD). GTPP Jabar menyerahkan semuanya pada pihak TNI. Mereka juga tak bisa memberikan konfirmasi mengenai info yang beredar bahwa jumlah orang terpapar di Secapa AD lebih dari 1.200 orang.

"Mengenai apa yang di lembaga pendidikan institusi TNI itu ditangani langsung oleh pihak TNI termasuk pelacakan, tindak lanjutnya seperti apa," ujar Juru Bicara GTPP Jabar Daud Achmad di Gedung Sate, Kota Bandung, Kamis (9/7/2020).

Daud mengatakan, GTPP Jabar hanya bisa memantau penanganan yang dilakukan. Ia pun enggan berbicara banyak mengenai adanya foto angka orang yang terpapar COVID-19 di Secapa AD yang jumlahnya lebih dari sekitar 1.200 orang.

"Yang jelas kita harus tetap waspada saja lah, masyarakat juga," ujar Daud.


Walau demikian, data orang yang terkonfirmasi positif COVID-19 di klaster tersebut akan tetap dimasukkan ke dalam laman Pikobar. "Masuk ke data Pikobar," ujarnya.

Pantauan detikcom di laman Pikobar, per tanggal 9 Juli 2020 pukul 13.00 WIB terdapat total 3.878 kasus di Jawa Barat. Meskipun belum bisa dipilah mana yang berasal dari klaster Secapa AD.

Lompatan angka kasus positif Corona itu terjadi lima hari terakhir. 4 Juli (93 kasus), 5 Juli (106 kasus), 6 Juli (126 kasus), 7 Juli (82 kasus), 8 Juli (96 kasus).

"Yang terjadi di institusi kelembangaan TNI, saya kira itu penanganan itu ditangani langsung TNI pelacakan dan tindaklanjutnya. Saya tidak tahu apakah dari mabes atau dari mana, yang jelas gugus tugas terus memantau," katanya.

Diberitakan sebelumnya, isolasi telah dilakukan di area Secapa AD. Sejumlah orang yang terpapar di insitutsi tersebut sebagian dirujuk ke Rumah Sakit Dustira Kota Cimahi dan RSPAD Gatot Subroto Jakarta, sesuai dengan kondisi medisnya.

Sebagai antisipasi, tes masif akan dilakukan untuk memotong rantai penyebaran virus. Tindakan itu akan diiringi dengan disinfeksi area dan penelurusan epidemologis dari Dinkes Kota Bandung, Puskesmas dan tim GTPP Jabar.

"Sesuai arahan Pak Gubernur dalam rapat evaluasi gugus tugas selanjutnya akan kita lakukan masif tes, terhadap hampir 20-an lagi sekolah pendidikan kemiliteran yang ada di Provinsi Jabar," Wakil Sekretaris GTPP Jabar Berli Hamdani.

(yum/ern)