Rawan Kecelakaan Kerja, Penderes Kelapa di Pangandaran Dapat Asuransi

Faizal Amiruddin - detikNews
Rabu, 08 Jul 2020 16:49 WIB
Penderes nira kelapa di Pangandaran dapat asuransi dari Pemkab Pangandaran
Penderes nira kelapa di Pangandaran dapat asuransi dari Pemkab Pangandaran (Foto: Faizal Amiruddin)
Pangandaran -

Sebagai daerah pesisir, Kabupaten Pangandaran merupakan salah satu penghasil gula kelapa. Ada ribuan warga Pangandaran yang menjadi penderes atau penyadap nira kelapa.

Setiap hari mereka turun naik pohon kelapa untuk mengambil sadapan kemudian mengolahnya menjadi gula kelapa.

Aktifitas turun naik pohon kelapa yang cukup tinggi itu tak jarang menimbulkan kecelakaan bahkan sampai meninggal dunia akibat terjatuh dari pohon kelapa.

"Kemarin sempat kunjungan ke Kecamatan Cimerak yang merupakan wilayah sentra penghasil gula kelapa. Saya mendengar ada beberapa harapan yang disuarakan oleh para penderes nira kelapa, salah satunya mengenai jaminan keselamatan kerja. Akhirnya saya terpikirkan untuk memberikan asuransi keselamatan kerja bagi mereka," kata Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata, Rabu (8/7/2020).

Jeje mengatakan jika nelayan saja bisa mendapatkan asuransi, maka penderes kelapa pun bisa. "Pada APBD Perubahan 2020 ini akan kami alokasikan anggaran untuk asuransi penderes kelapa. Minimal tahun untuk wilayah sentra penghasil seperti Kecamatan Cimerak," kata Jeje.

Dengan program itu diharapkan para perajin gula kelapa di Pangandaran memiliki jaminan keselamatan kerja. Sehingga jika terjadi hal yang tak diinginkan mereka bisa mendapatkan santunan yang layak.

Dia memiliki hitungan kasar jika premi asuransi Rp 100 ribu dan jumlah perajin kelapa ada 20 ribu orang, butuh anggaran sekitar Rp 2 miliar. "Jumlah yang wajar untuk sebuah bantuan bagi salah satu sektor penopang perekonomian masyarakat Pangandaran," kata Jeje.

Menurut Jeje kegiatan usaha gula kelapa menjadi salah satu sektor penopang perekonomian masyarakat yang tahan banting. Terbukti saat pandemi COVID-19 pun, aktifitas usaha gula kelapa tak terpengaruh.
"Gula kelapa Pangandaran selama ini dikenal memiliki kualitas baik. Hasil produksinya disalurkan kepada beberapa pabrik kecap besar," kata Jeje.

Ketua Asosiasi Gula Kelapa Priangan, Joe Irwan mengatakan kapasitas produksi gula kelapa di Pangandaran mencapai 150 ton/hari, sementara ceruk pasar butuh 350 ton/hari. "Peluangnya masih terbuka, namun trend produksi cenderung menurun. Ada beberapa persoalan yang kami hadapi. Diantaranya regenerasi perajin gula yang kurang berjalan. Usia pohon kelapa yang sudah tua serta perawatan yang kurang baik membuat produksi menurun," kata Joe.

Mengenai rencana pemberian asuransi bagi penderes gula, Joe mengaku menyambut baik. Karena selama ini jika terjadi kecelakaan yang dialami penderes, santunan yang diberikan kurang maksimal.

"Kalau ada kecelakaan selama ini sifatnya hanya santunan sukarela dari para pengepul maupun dari asosiasi. Jika kemudian Pemkab mau memberi bantuan asuransi, tentu kami mengapresiasi," kata Joe.

Perajin gula kelapa menurut Joe adalah ekonomi non formal berskala kecil namun ketika jumlahnya belasan ribu, justru akan menjadi kekuatan ekonomi yang sangat besar.

(mud/mud)