Penumpang KRL Mulai Normal, Pemkot Bogor Fokus Pencegahan di Stasiun

M Solihin - detikNews
Selasa, 07 Jul 2020 20:31 WIB
Sejumlah warga mengantre masuk ke dalam bus yang disediakan pemerintah untuk antisipasi membludaknya calon pemnumpang Kereta Rel Listrik (KRL) Commuterline di Stasiun KA Kota Bogor, Jawa Barat, Senin (29/6/2020). Pembatasan penumpang di dalam KRL maupun di area peron menyebabkan antrean panjang penumpang di stasiun tersebut. Untuk mengurainya, pemerintah menyediakan bus gratis dan PT Kereta Commuter Indonesia mengujicobakan sistem informasi mengenai antrean melalui laman utama di aplikasi KRL Acccess dan media sosialnya. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/wsj.
Antrean penumpang di stasiun (Foto: ANTARA FOTO/ADITYA PRADANA PUTRA)
Bogor -

Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mengatakan pihaknya saat ini fokus melakukan pencegahan penyebaran COVID-19 di Stasiun Bogor. Sebab, kata Bima, jumlah penumpang KRL terus mendekati angka normal.

"Stasiun ini jadi perhatian utama Pemkot Bogor sekarang, dalam keadaan normal penumpang bisa sampai 20-22 ribu, kemarin sudah di angka 17 ribu, jadi sudah sedikit lagi menuju angka normal. Karena itu harus ada atensi khusus disini, kalau tidak, disini bisa menjadi klaster baru penularan COVID-19, berbahaya sekali," kata Bima Arya usai meninjau proses swab massal terhadap penumpang KRL yang baru tiba dari Jakarta di Stasiun Bogor, Selasa (7/7/2020).

"Kota Bogor, kita lihat justru penyumbang kasus positif itu berasal dari kasus luar kota, tertularnya bukan di Kota Bogor," imbuh Bima.

Untuk melakukan pencegahan COVID-19 di Stasiun Bogor, kata Bima, beberapa langkah akan dilakukan dengan konsisten. Mulai dari pengaturan sistem antrean, pengadaan bus untuk mengurai jumlah penumpang, dan meminta agar perkantoran menerapkan shift kerja secara maksimal. Selain itu, tes swab di Stasiun Bogor juga akan digencarkan.

"Semua kita lakukan disini, pertama pengaturan sistem antrean, kerjasama dengan PT KCI, dan PT KAI. Sistem antrian ini sebetulnya sudah tertib," kata Bima.

"Yang kedua, mengupayakan armada bus. Saya komunikasi terus dengan pemerintah Jakarta bagaimana caranya supaya bus disini bertambah, karena paling tidak sampai akhir tahun lah, beberapa bulan ke depan ini kita perlu bantuan armada bis ini tetep," sambung Bima.

Bima menyebut, swab massal akan terus digencarkan di Stasiun Bogor untuk mengetahui sejauh mana resiko penularan COVID-19 di Stasiun Bogor.

"Mudah-mudahan disini low risk, mudah-mudahan disini sudah sadar protokol kesehatan semua. Tetapi kalau tidak kan perlu opsi lain," kata Bima.

"Kenapa kita gencarkan swab disini, salah satu opsinya adalah ketika bus tidak muat, shift kerja juga tidak maksimal, maka akan ditambah kapasitas di dalam gerbong. Nah kalau ditambah lebih dari 50 persen nanti penumpang akan bersebelahan, nah aman nggak kalau bersebelahan," tutup Bima.

(mud/mud)