Kartu Keluarga-Akta Kelahiran di Cimahi Mulai Pakai Kertas HVS

Whisnu Pradana - detikNews
Selasa, 07 Jul 2020 17:07 WIB
Dokumen kependudukan di Cimahi mulai menggunkan kertas HVS
Dokumen kependudukan di Cimahi mulai menggunkan kertas HVS (Foto: Whisnu Pradana)
Cimahi -

Penerbitan dokumen administrasi kependudukan di Kota Cimahi sudah mulai menggunakan kertas HVS 80 gram ukuran A4 yang berlaku pertama kali pada 1 Juli 2020 kemarin.

Wali Kota Cimahi Ajay M Priatna mengatakan administrasi kependudukan yang beralih dicetak menggunakan kertas HVS yakni Kartu Keluarga (KK) serta Akta Kelahiran. Sedangkan KTP-elektronik dan Kartu Identitas Anak (KIA) masih menggunakan blanko seperti sebelumnya.

"Berlaku untuk KK dan Akta Kelahiran. Kalau KTP Elektronik (KTP-El) dan Kartu Identitas Anak (KIA) belum bisa karena aturannya belum berubah sehingga pencetakannya tergantung blangko dari pemerintah pusat," ungkap Ajay, Selasa (7/7/2020).

Ajay menyebut selama ini pelayanan penerbitan administrasi kependudukan kerap dikeluhkan masyarakat berkaitan dengan ketersediaan blanko yang terbatas sehingga tidak bisa sekaligus dicetak.

"Ini (Disdukcapil) salah satu dinas yang sering dibicarakan masyarakat terkait penerbitan administrasi kependudukan. Terutama ketidakpahaman masyarakat karena membuat KK dan Akta Kelahiran lama, maunya cepat tapi bahan baku dokumen tidak bisa bikin sendiri. Dengan ketentuan sekarang, dokumen kependudukan bisa kita cetak pakai kertas HVS 80 gram," ujarnya.

Secara kasat mata dokumen adminduk menggunakan kertas HVS memang cukup rentan sebab melihat fisiknya memang agak sedikit mengkhawatirkan dan mirip fotokopi sehingga mudah dimanipulasi dan ditiru.

"Tapi ada caranya untuk memastikan keabsahan dan keamanannya yaitu dilengkapi dengan barcode (QR code) yang terkoneksi dengan data kependudukan pemerintah pusat dan berlaku secara nasional. Untuk mengeceknya pakai aplikasi VeryDS," katanya.

Selain itu, masyarakat juga tidak perlu melakukan legalisir untuk dokumen tersebut lantaran bisa langsung diperbanyak sendiri untuk berbagai kebutuhan. Masyarakat juga diminta untuk langsung melaminasi adminduk tersebut.

"Enggak perlu dilegalisir, langsung perbanyak saja. Karena rawan sobek jadi aman kalau langsung dilaminasi," terangnya.

Plt Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Cimahi Huzein Rachmadi mengatakan penggunaan kertas HVS 80 gram untuk dokumen kependudukan sesuai Peraturan Menteri Dalam Negeri RI No. 109 tahun 2019 tentang Formulir dan Buku Yang Digunakan Dalam Administrasi Kependudukan. Hal ini diperkuat Surat Edaran Walikota Cimahi No. 44 tahun 2020 tentang Perubahan Penerbitan Dokumen Kependudukan.

"Aturan ini berlaku sejak 1 Juli 2020 dan kami awali dengan uji coba sambil sosialisasi ke masyarakat," katanya.

Untuk prosedur pengurusannya, masyarakat tetap mengajukan permohonan penerbitan KK dan Akta Capil secara online. setelah diproses, nantinya akan ada notifikasi e-mail dari Ditjen Dukcapil Kemendagri. Selanjutnya, masyarakat tinggal men-download file blanko dari e-mail tersebut dan melakukan pencetakan dengan printer menggunakan kertas HVS ukuran A4 80 gram.

(mud/mud)