Waspada, Ridwan Kamil Sebut Angka Reproduksi COVID-19 di Jabar Meningkat

Donny Indra Ramadhan - detikNews
Selasa, 07 Jul 2020 16:45 WIB
Ridwan Kamil di Mapolda Jabar
Foto: Dony Indra Ramadhan
Bandung -

Kasus COVID-19 di Jawa Barat kembali merangkak naik di fase new normal atau adaptasi kebiasaan baru (AKB) yang dimulai 27 Juni lalu. Angka reproduksi COVID-19 juga turut mengalami kenaikan.

"Angka reproduksi COVID dua Minggu terakhir naik, sekarang menyentuh 0,91 ya kalau rata-rata dua minggunya. Tapi kalau harian fluktuatif ya, kadang-kadang lebih dari satu dan kadang-kadang di bawah 0,4 atau 0,6 tapi kalau dipukul rata diambil median-nya Minggu terakhir ada di 0,91," ucap Gubernur Jabar Ridwan Kamil usai melaksanakan rapat koordinasi di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Selasa (7/7/2020).

Kang Emil sapaannya meminta seluruh daerah tetap waspada. Dia juga mengingatkan para kepala daerah hingga gugus tugas percepatan penanganan di daerah untuk tetap responsif terkait penyebaran COVID-19 di wilayah masing-masing.

"Secara umum ada peningkatan yang harus diwaspadai. Oleh karenanya yang pertama saya menginstruksikan kepada daerah untuk selalu dengan cepat melaporkan data kasus secara transparan, keputusan gugus tugas harus selalu berdasarkan data, jadi kalau data-datanya masih belum lengkap cara kita meresponsnya juga nanti kurang optimal," kata dia.

"Karena Jabar ini akumulasi 27 daerah maka saya meminta daerah melakukan pelaporan data secara cepat dan transparan kemudian saya juga meminta daerah meningkatkan sistem tracing karena kuncinya tiga, kalau ada kasus melakukan tracing, tracking dan testing kemudian melakukan isolasi," ujar Emil menambahkan.


Kang Emil juga menegaskan bahwa saat ini Jabar belum sepenuhnya menerapkan AKB. Menurutnya ada beberapa wilayah terutama Bodebek yang masih melakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) mengikuti aturan DKI Jakarta.

"Kemudian juga kita ketahui Jabar masih melaksanakan PSBB, cuman dibagi dua ada yang full PSBB proporsional di Bodebek dan PSBM itu pembatasan sosial berskala mikro di non Bodebek," ucapnya

Kang Emil turut mengajak masyarakat di Jabar untuk sama-sama membantu mengendalikan penyebaran COVID-19. Sebab, kata dia, masa AKB ini justru dianggap masyarakat kembali ke aktivitas seperti dahulu.

"Partisipasi masyarakat menurut WHO ini adalah kunci dari pengendalian selama COVID, ini sehingga kesiapan testing di daerah-daerah juga harus diperkuat khususnya dengan tes PCR yang target kami minimal 10 sampai 15 ribu PCR testing per Minggu," kata dia.

Tonton video 'Tambah 1.268, Total Kasus Positif Corona di Indonesia Jadi 66.226':

(dir/ern)