Kasus Denny Siregar 'Santri Calon Teroris', Polisi Periksa Saksi-Ahli

Dony Indra Ramadhan, Deden Rahadian - detikNews
Senin, 06 Jul 2020 12:29 WIB
Denny Zulfikar Siregar, pegiat media sosial
Denny Siregar (Foto: Screenshoot 20detik)
Tasikmalaya -

Polisi masih menyelidiki laporan santri terhadap pegiat media sosial (medsos) Denny Siregar yang menyebut 'santri calon teroris'. Sudah dua saksi yang diperiksa.

"Intinya kan laporan baru minggu ini. Waktu itu ketika laporan, si pelapor sudah kita mintai keterangan. Nah sekarang hari ini rencananya dari pihak pelapor akan menghadirkan saksi yang mengetahui kejadian itu. Total saksi berarti dua orang, satu si pelapor dan dua hari ini," ujar Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya Kota AKP Yusuf Ruhiman saat dihubungi, Senin (6/7/2020).

Yusuf mengaku belum bisa memastikan berapa jumlah saksi yang akan diperiksa. Sebab hal tersebut tergantung dari saksi yang diberikan oleh pelapor.

"Saksi lain belum ada konfirmasi datang atau enggak. Berapa saksi? Sebenarnya, pihak mereka soal jumlahnya kang, itu nanti tergantung saksi-saksi ada enggak orang lagi yang mengetahui. Nanti berkembang biasa lah. Belum bisa di pastikan," kata dia.

Selain itu, penyidik juga akan meminta keterangan dari ahli. Ada dua ahli yang akan dimintai tanggapannya atas unggahan Denny Siregar yang berujung laporan polisi itu.

"Saksi-saksi ahli ada dua, bahasa dan pidana," kata dia.

Ketua Forum Mujahidin Tasikmalaya Nanang Nurjamil hari menjalani pemeriksaan polisi. Ia akan menyampaikan fakta terkait laporannya tersebut

"Saya akan sampaikan nanti ke penyidik," kata Nanang kepada detikcom.

Seperti diketahui, pegiat media sosial Denny Siregar dilaporkan ke Polres Tasikmalaya atas dugaan tindak pidana penghinaan, pencemaran nama baik, dan perbuatan tidak menyenangkan penggunaan foto tanpa izin.

Denny dilaporkan atas posting-an di akun Facebook-nya pada 27 Juni 2020 berupa tulisan panjang berjudul 'Adek2ku Calon Teroris yg Abang Sayang'. Forum Mujahid Tasikmalaya selaku pelapor mempermasalahkan foto santri cilik Pondok Pesantren Tahfidz Daarul Ilmi, Tasikmalaya, yang ada dalam posting-an tersebut.

Terkait pelaporan tersebut, Denny menyatakan tidak melakukan penghinaan. Dia juga mengatakan foto tersebut dipakai sebagai ilustrasi.

"Nggak ada penghinaan. Di tulisan, saya sudah memberikan keterangan: Foto hanya ilustrasi. Saya juga tidak spesifik menyebut itu santri dari mana," kata Denny kepada wartawan. Denny menjawab pertanyaan ini pada 2 Juli 2020.

(dir/mud)