Round-Up

Ustaz Hilmi Aminuddin Wafat dan Jejak Virus Corona

Yudha Maulana - detikNews
Sabtu, 04 Jul 2020 09:05 WIB
Hilmi Aminuddin (Dok. detikcom)
Hilmi Aminuddin (Dok. detikcom)
Bandung -

Kabar duka datang dari kancah politik pekan ini. Ustaz Hilmi Aminuddin, perintis dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), meninggal dunia di RS Santosa, Kota Bandung, Selasa (30/6/2020). Sejumlah tokoh pun bertazkiah dan mengungkapkan belasungkawa yang mendalam terhadap kepergian mantan Ketua Majelis Syuro PKS periode 2003-2015 itu.

Sejumlah tokoh pun mengenang sosok Hilmi. Ketua Umum DPW PKS Jawa Barat Haru Suandharu mengaku bertemu terakhir dengan ustaz Hilmi sekitar 6 bulan yang lalu. Setelah itu keduanya masih sering berkomunikasi melalui telepon.

"Saya, terakhir bertemu dengan beliau sekitar 6 bulan lalu saat mengundang beliau memberikan ceramah. Tapi, di saat pandemi COVID-19 ini kami masih intens berkomunikasi. Beberapa kali, beliau menelepon dan menasihat. Saya sangat kehilangan orang tua dan guru saya," kata Haru yang mengenal Ustaz Hilmi sejak 20 tahun lalu itu.

Mantan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan turut mengucapkan turut berbelasungkawa atas meninggalnya pendiri PKS itu. "Beliau tentu sebagai pendakwah, penceramah, guru agama yang sangat dikenal luas masyarakat Indonesia, khususnya keluarga besar PKS," kata Aher, sapaannya.

Menurut informasi yang diterima, almarhum Hilmi Aminuddin sebelumnya mengeluh sakit diare kemudian dia dirawat di rumah sakit dan sempat menjalani opname. "Almarhum sudah hampir seminggu dirawat di rumah sakit," kata Aher.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil atau Emil turut berbelasungkawa atas berpulangnya ustaz Hilmi Aminuddin. Emil mengaku kerap mendapat nasihat dari Hilmi dalam beberapa kali pertemuan pribadi. "Nasihat-nasihatnya (ustaz Hilmi) menjadi bekal dalam kehidupan saya," kata Emil.

Di bidang keagamaan, Hilmi merupakan sosok yang sangat dihormati oleh jemaahnya dan pendiri harakat tarbiyah di era 1980-1990.Hilmi Aminuddin adalah putra Danu Muhammad Hasan, satu dari tiga tokoh penting Darul Islam (Tentara Islam Indonesia) pimpinan Kartosoewirjo.