IPO: Terlalu Berisik Bawa Ahok ke Kabinet Jokowi

Yudha Maulana - detikNews
Jumat, 03 Jul 2020 13:34 WIB
Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok meluncurkan buku Panggil Saya BTP di Gedung Tempo, Palmerah, Jakarta Selatan, Senin (17/2/2020).
Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok (Foto: Rifkianto Nugroho)
Bandung -

Sosok Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok kembali menjadi buah bibir. Namanya diisukan masuk ke dalam kabinet reshuffle Jokowi. Isu liar itu menggelinding setelah Jokowi menegur keras para menterinya karena dinilai tak memiliki sense of crisis di tengah pandemi COVID-19 18 Juni lalu. Broadcast berisi daftar calon menteri termasuk Ahok sebagai Menteri BUMN pun berseliweran kemudian.

Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah menilai bergabungnya Ahok akan membawa kegaduhan ke kabinet Jokowi. Terlebih saat ini, sorotan publik cukup tajam melihat kinerja Mantan Gubernur DKI Jakarta itu sebagai Komisaris Utama Pertamina.

"Terlalu berisik membawa BTP ke kabinet, hanya akan memunculkan kegaduhan, terlebih saat ini publik sedang mengkritik kehadiran BTP di Pertamina yang tak juga kunjung berprestasi," kata Dedi saat dihubungi detikcom, Jumat (3/7/2020).

Dedi mengungkapkan sejumlah kemungkinan andaikata isu tersebut benar. Salah satunya bakal muncul penolakan publik seperti yang terjadi beberapa tahun ke belakang.

"Konsekuensi BTP masuk kabinet tentu penolakan publik sebagaimana tahun-tahun lalu, dan dalam kondisi saat ini tentu akan sangat merepotkan, selain memicu hilangnya kepercayaan publik pada Jokowi dan Parpol pengusungnya, juga berimbas pada BTP sendiri yang bekerja dalam kondisi tidak kondusif," katanya.


Berdasarkan daftar nama yang beredar, kursi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian masih diisi oleh Airlangga Hartarto, lalu kursi Menteri Keuangan masih diisi Sri Mulyani Indrawati.

Sementara Erick Thohir berdasarkan daftar nama itu digeser ke Kementerian Perdagangan. Sedangkan nama Agus Suparmanto tidak ada dalam daftar tersebut.

Posisi Menteri BUMN kabarnya diisi oleh Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Kemudian Menteri Pertanian diisi oleh nama Rachmat Gobel dan Syahrul Yasin Limpo pun tak ada dalam daftar nama tersebut.

Menariknya lagi dalam daftar tersebut ada nama Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang menduduki kursi Menteri Koperasi dan UKM.

Sementara sisanya masih sama, Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo, serta Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa.

(yum/ern)