Asyik! Bidan-Perawat di Bandung Punya Peluang Magang di Jepang

Wisma Putra - detikNews
Kamis, 02 Jul 2020 14:13 WIB
Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Bandung Arief Syaifudin
Foto: Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Bandung Arief Syaifudin (Mochamad Solehudin/detikcom).
Bandung -

Pemerintah Kota Bandung membuka kesempatan kepada lulusan D3 kebidanan dan perawatan untuk magang di rumah sakit Jepang. Para peserta magang akan menerima berbagai pelatihan sebelum diberangkatkan ke negeri sakura tersebut.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Bandung Arief Syaifudin menyatakan tahun ini pihaknya membuka kuota sebanyak 80 orang. Saat ini proses penjaringan masih berjalan dan akan berakhir Sabtu 4 Juli 2020.

"Proses perekrutan masih berjalan, kalau mau daftar bisa ke kantor Disnaker atau via online dan kuotanya 80 orang, sementara untuk wanita dulu," kata Arif di Balai Kota Bandung, Kamis (2/7/2020).

Dia mengungkapkan, sampai saat ini baru ada 40 orang yang mendaftar untuk mengikuti program pemagangan tersebut. Dia mengajak lulusan D3 kebidanan dan keperawatan untuk memanfaatkan program ini.

Untuk sarat, lanjut dia, para peserta harus memilik KTP Kota Bandung, maksimal usia 29 tahun. Untuk sementara program ini diperuntukan kepada wanita.

"Kita sudah kerjasama dan membuat MoU antara Wali Kota Bandung dan Wali Kota Toyota City. Ini peluang yang sangat baik, untuk memecahkan bonus demografi," katanya.

Arif menyebut, nantinya pemagang akan ditempatkan di rumah sakit lansia yang ada di Kota Toyota Jepang. Agar mendapatkan tiket ke Jepang, calon pemagang akan menjalani pelatihan selama 5 bulan untuk dilatih bahasa dan memahami kebudayaan warga Jepang.

Selain itu, lanjut dia, para peserta pemagangan juga akan menerima gaji sekitar Rp 17 juta. "Itu Rp 17 juta tanpa ada lembur, kalau lembur bisa mencapai Rp 23 juta per bulan," ungkapnya.

Arief menuturkan, Toyota City menyambut baik pemagang asal Kota Bandung karena dianggap warganya ramah. "Kebetulan yang menggembirakan kita, Toyota City sangat tertarik dengan pemagang Kota Bandung, sederhana karena warga Bandung ramah-ramah," ucapnya.

Ia menambahkan, setelah melakukan pelatihan akan ada dua kali ujian yang dilakukan Disnaker Kota Bandung dan langsung dari perwakilan Toyota City yang berkompeten menyeleksi pemagang.

"Ada ujiannya, kemungkinan dua kali, satu oleh kita dan kedua oleh Toyota City, ujian Bahasa Jepang-nya. Ini baru pertamakali," ujarnya.

(wip/mso)