Cegah Pemalsuan Dokumen, Bukti Uji KIR di Ciamis Berbasis Digital

Dadang Hermansyah - detikNews
Kamis, 02 Jul 2020 13:44 WIB
Bukti uji KIR di Ciamis akan berbasis elektronik
Bukti uji KIR di Ciamis akan berbasis elektronik (Foto: Dadang Hermansyah)
Ciamis -

Dinas Perhubungan Kabupaten Ciamis kini meluncurkan penggunaan Bukti Lulus Uji Elektronik (BLUe), bagi kendaraan yang telah melakukan pengujian KIR. Hal itu sebagai upaya mencegah adanya pemalsuan dokumen kendaraan.

"Pemberlakukan BLUe ini sudah menjadi keharusan, mulai Juli 2020 ini semua menggunakannya. Hanya dengan kartu dan dipasang di kendaraan satu, nanti dokumen data kendaraan sudah tertanam di kartu itu," ujar Kepala Dinas Perhubungan Ciamis Endang Sutrisna saat launching, Kamis (2/7/2020).

Endang mengatakan selama ini penggunakan buku fisik untuk bukti lulus uji KIR rawan terhadap pemalsuan. Dengan kartu elektronik ini para oknum tidak dapat melakukan pemalsuan.

Dalam kartu ini akan tersimpan identitas pemilik kendaraan, foto kendaraan berbagai sisi dan identitas kendaraan. Dengan penggunaan sistem elektronik ini, proses uji akan berlangsung lebih cepat dan aman.

"Hanya dengan menggunakan smartphone, nanti kartu yang sudah ditanam chip itu data bisa terbaca oleh pemiliknya. Semua serba elektronik, untuk stempel dan tanda tangan juga langsung elektronik," kata dia.

Untuk mekanismenya, pemilik kendaraan mendaftar di bagian administrasi kemudian ke tempat pengujian. Jika lulus maka akan mendapat bukti tanda lulus uji Berkala. Sebelumnya, pemilik kendaraan mendapat buku uji dan stiker. Tapi kini menggunakan kartu dan stiker hologram. Hasil uji dapat diuji dengan internet hanya dengan scan menggunakan smartphone.

Bupati Ciamis Herdiat Sunarya mengatakan BLUe merupakan inovasi guna mempermudah pelayanan masyarakat. Dengan BLUe ini diharapkan menjadi lebih memudahkan masyarakat, jangan sampai mempersulit.

"Sebagai ASN kita tetap jaga integritas memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat," katanya.

Herdiat mengingatkan Dishub untuk menghindari stigma sarang pungli. Para ASN Dishub Ciamis diminta untuk memperbaiki citra instansinya yang masih dianggap sering terjadi pungli. Harus bekerja sesuai mekanisme dan aturan yang ada.

"Kami tidak menutup mata dengan adanya stigma Dishub sarang pungli. Sejak jembatan timbang beroperasi. Tentu kita malu. Maka semua harus berusaha memulihkan nama Dinas Perhubungan. Supaya masyarakat lebih percaya," katanya.

(mud/mud)