Kontak dengan Bayi Reaktif Corona, 3 Keluarga di Sumedang Jalani Tes Swab

Mumahad Rizal - detikNews
Kamis, 02 Jul 2020 13:36 WIB
Warga Sumedang jalani swab test
Foto: Seoranng warga di Sumedang menjalani swab test (Muhamad Rizal/detikcom).
Sumedang -

Tiga keluarga di Dusun Bojongjati, Desa Kebonjati, Kecamatan Sumedang Utara, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, menjalani swab test setelah sempat kontak langsung dengan bayi yang dinyatakan reaktif Corona berdasarkan hasil rapid test.

Dari pantauan detikcom, dari tiga keluarga tersebut ada 8 orang yang menjalani swab test. Tes tersebut dilakukan oleh tenaga medis dari pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Sumedang dan petugas Puskesmas.

Kepala Desa Kebonjati Dedi Daryono mengatakan, dari delapan orang tersebut di antaranya adalah bayi, ayah bayi, ibu bayi, paman, kakek, nenek, kakak sang bayi dan juga pengemudi yang mengantar si bayi saat ke Rumah Sakit Dustira, Cimahi.

Bahkan Kata Dedi, sebelumnya ke delapan orang tersebut sudah menjalani isolasi mandiri sejak Selasa (30/6/2020) kemarin. Selain itu Selama isolasi mereka tidak ada keluhan sakit atau tidak ada gejala.

"Isolasi sudah berjalan baik, istilahnya warga sekitar juga tidak ada yang kecewa, mereka mengerti," kata Dedi saat ditemui di Dusun Bojongjati, Desa Kebonjati, Kecamatan Sumedang Utara, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Kamis (2/7/2020).

Kata Dedi, sampel swab test tersebut dibawa langsung ke Lab UNPAD Jatinangor. "Ya, doakan saja semua hasilnya negatif, karena saat ini Sumedang sedang berupaya menuju zona hijau," ujar Dedi.

Dedi mengaku pihaknya telah memberikan bantuan logistik kepada tiga keluarga yang menjalani isolasi mandiri. "Sudah kami salurkan kebutuhan logistik untuk keluarga yang isolasi mandiri. Logistik disalurkan melalui ibu-ibu PKK," katanya.

Dedi menambahkan, dengan bantuan tersebut diharapkan nantinya dapat memberi motivasi kepada mereka yang menjalani isolasi mandiri. Menurutnya membantu warga sudah menjadi kewajiban pihak pemerintah.

"Sekaligus kami beri motivasi agar mereka tidak merasa diasingkan. Sudah saya minta kalau perlu apa-apa tinggal telepon saya langsung," ujar Dedi.

(mso/mso)