Sepekan AKB, Kasus Positif COVID-19 di Jabar Malah Merangkak Naik

Yudha Maulana - detikNews
Kamis, 02 Jul 2020 12:29 WIB
Poster
Foto: Ilustrasi Corona (Edi Wahyono/detikcom).
Bandung -

Kasus terkonfirmasi positif COVID-19 di Jawa Barat masih terus terjadi di era adaptasi kebiasaan baru (AKB). Dari laman Pikobar per 2 Juli 2020, kasus terkonfirmasi positif di Jabar menginjak angka 3.276 kasus. Dilihat dari grafik di laman pikobar.jabarprov.go.id, terjadi penambahan kasus yang signifikan dua hari sebelumnya, masing-masing bertambah 54 dan 85 kasus baru.

Bila dilihat dari tren penambahan kasus, masuknya era AKB ini membuat kecenderungan ditemukan kasus baru masih terjadi. Sejak PSBB proporsional Jawa Barat dihentikan pada 24 Juni lalu, rata-rata terjadi penambahan kasus baru sekitar 47 kasus perhari. Penambahan kasus paling mencolok terjadi pada 29 Juni (48 kasus), 30 Juni (85 kasus) dan 1 Juli (54 kasus).

Sementara bila ditarik seminggu ke belakang sebelum era new normal ditetapkan, penambahan kasus rata-rata berada di angka 35 kasus perhari. Pikobar mencatat, dalam seminggu penambahan kasus paling sedikit terjadi pada 20 Juni (18 kasus), 21 Juni (20 kasus) dan 22 Juni (22 kasus).

Bila dibandingkan dalam sepekan sebelum dan setelah AKB dilaksanakan, ada penambahan rata-rata 12 kasus baru setelah PSBB dicabut. Kasus terkonfirmasi masih ditemukan di wilayah Bodebek. Seperti di Kota Depok pada 30 Juni lalu, terjadi penambahan kasus positif sebanyak 59 kasus dan 23 kasus baru di 1 Juli 2020.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan dan Penanggulangan Covid-19 Jawa Barat Daud Achmad mengimbau masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan pada masa AKB ini. "Bukan berarti kita kembali ke zaman normal seperti dulu," kata Daud, Kamis (2/7/2020).

Menurut Daud, memasuki masa AKB ini sudah tampak lalu lintas di jalan kembali padat. Karena itu, pihaknya tidak akan melonggarkan kewaspadaan untuk melakukan pengawasan bersama sejumlah pihak pengamanan yang terlibat.

Apalagi, saat ini sejumlah kegiatan yang tadinya tidak diperbolehkan beroperasi selama PSBB, sudah mulai diizinkan untuk melakukan kegiatan di era AKB.

"Tapi tentunya dengan tetap memperhatikan protokol-protokol kesehatan yang berlaku di setiap titik-titik kegiatan," ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memperpanjang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk wilayah Bodebek. Hal itu tidak terlepas dari kajian epidemiologi COVID-19 yang masih fluktuatif di wilayah penyangga DKI Jakarta itu.

Berdasarkan evaluasi, kata Ridwan Kamil sebetulnya kota dan kabupaten Bogor, Bekasi angka reproduksi COVID-19 sudah di bawah satu. Namun, Depok masih tinggi. Karena wilayahnya saling berdekatan, maka daerah tersebut akan tetap melaksanakan PSBB selama 14 hari.

"Kesimpulannya PSBB Proporsional Bodebek diperpanjang 14 hari, dari catatan epidomelogi kita, kabupaten dan Kota Bogor, Depok, Bekasi masih zona kuning," kata dia di Gedung Pakuan, Kota Bandung.

"Sehingga kita belum punya keyakinan untuk melakukan relaksasi mengingat epidemologi dengan Jakarta masih dinamis, fluktuatif dan belum bisa terperdiksi terkendali. berbeda halnya dnegna yang non bodebek terkendali," ujar dia melanjutkan.

Tonton video 'Kasus Covid-19 Tembus 10 Juta, WHO: Jauh dari Kata Selesai':

(yum/mso)