Kadis Pemprov Jabar Solihin Dimakamkan dengan Protokol COVID-19

Yudha Maulana - detikNews
Kamis, 02 Jul 2020 08:34 WIB
PJs Wali Kota Bandung Solihin
Mochamad Solihin (dok.detikcom)
Bandung -

Mochamad Solihin, salah satu kepala dinas di Pemprov Jabar, meninggal di RS Borromeus, Kota Bandung, Rabu (1/7). Solihin pernah juga menjabat sebagai penjabat sementara (Pjs) wali kota Bandung pada 2018. Jabatan terakhirnya sebagai Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Jawa Barat

Solihin rencananya dimakamkan hari ini, Kamis (2/7/2020). Proses pemakaman menggunakan protokol COVID-19.

"Hanya karena kita sedang menghadapi pandemi COVID-19, sehingga semua kematian di RS harus diberlakukan protokol keamanan pemakaman COVID-19. Belum ada pernyataan resmi terkait penyebab kematian almarhum. Mohon jangan ambil kesimpulan sendiri," ujar Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat Berli Hamdani saat dikonfirmasi detikcom.

Berli mengatakan saat ini seluruh jajaran Pemprov Jabar dan keluarga besar almarhum tengah berduka cita atas kepergian Solihin. "Kehilangan sahabat, teman, rekan kerja, sekaligus panutan di tengah Pandemi ini menyebabkan kami semua tidak bisa mengantarkan almarhum ke peristirahatannya yang terakhir secara layak," tutur Berli.

Kendati begitu, salat gaib akan tetap dilaksanakan untuk mendoakan almarhum. Pasalnya, takziah atau melayat ke rumah duka belum memungkinkan karena pandemi.

Solihin pernah menjadi Pjs Walikota Bandung selama empat bulan, ketika itu ia mengisi kepemimpinan Kota Bandung karena Kang Emil dan Mang Oded melakukan kampanye Pilkada. Ia menjadi Pjs hanya sekitar empat bulan, terhitung dari Februari hingga Juni 2018.

Walau singkat sebagai Pjs Wali Kota Bandung, Solihin dikenal sebagai pribadi yang ramah dan tak segan bertukar senyum bahkan dengan kalangan office boy (OB) sekali pun. Ia pun menolak untuk menggunakan rumah dan kendaraan dinas walikota selama menjadi Pjs.

Belum lama ini atau tepatnya 12 Juni 2020, Solihin dilantik sebagai Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jabar bersamaan dengan 14 pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemprov Jabar.

Tonton juga video 'Jokowi Tak Mau Lagi Ada Jenazah Positif Corona Diambil Paksa Keluarga':

(yum/bbn)