Seorang Bayi Reaktif, 3 Keluarga di Sumedang Jalani Isolasi Mandiri

Muhamad Rizal - detikNews
Rabu, 01 Jul 2020 16:23 WIB
ilustrasi rapid test, ilustrasi virus corona, ilustrasi tes corona, tes masif di Pasar Cileungsi, pedagang pasar cileungsi
Ilustrasi rapid test (Foto: (Sachril Agustin Berutu/detikcom).
Sumedang -

Tiga keluarga di Desa Kebonjati, Kecamatan Sumedang Utara, Kabupaten Sumedang, harus menjalani isolasi mandiri selama dua pekan. Sebab, ada seorang bayi dari mereka yang reaktif.

Bayi usia 4 bulan dari pasangan Widi dan Dadan itu sempat rapid test, dan hasilnya reaktif saat akan melakukan operasi bibir sumbing di Rumah Sakit Dustira, Cimahi beberapa waktu lalu.

"Saya segera lapor ke Camat dan Puskesmas, tapi dokter tidak terlalu terkejut karena dari hasil lab, (kondisi bayi) ternyata sudah negatif," kata Kades Kebonjati, Deddy Daryono saat ditemui di Kantor Desa Kebonjati, Rabu (1/7/2020).

Menurut Deddy, berdasarkan hasil pemeriksaan pihak Puskesmas Situ, kondisi imun tubuh bayi itu sudah semakin membaik. "Imun tubuhnya (si bayi) sudah kuat, padahal 21 hari yang lalu dia reaktif. Tapi untuk antisipasi, tiga keluarganya ini yang masih saudaranya harus menjalani isolasi mandiri selama 14 hari ke depan," katanya.

Kata Deddy, keluarga yang mengantar bayi tersebut akan menjalani swab test pada minggu ini. Sedangkan untuk si bayi sendiri dipastikan tidak akan menjalani swab test, karena hasilnya sudah negatif.

"Nanti, dua atau tiga hari ke depan, paman, kakak bayi dan ibu bayi akan dilakukan swab test karena mereka yang mengantar ke Dustira saat bayi itu akan dioperasi bibir sumbing," ucap Deddy.

Selain itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Kabupaten Sumedang, Reny K Anton membenarkan dengan adanya seorang bayi yang sempat reaktif setelah menjalani pemeriksaan di Rumah Sakit Dustira Cimahi.

"Puskesmas sedang tracking pasien dan keluarganya. Rencana untuk intervensi lagi, kemungkinan akan dilakukan pemeriksaan swab," ujar Reny.

(mud/mud)