HUT Bhayangkara

Kena Prank Polisi, Remaja di Sukabumi Dapat Hadiah SIM Gratis

Syahdan Alamsyah - detikNews
Rabu, 01 Jul 2020 13:18 WIB
Polisi di Sukabumi serahkan SIM gratis ke seorang remaja
Polisi di Sukabumi serahkan SIM gratis ke seorang remaja (Foto: Istimewa).
Sukabumi -

Suami Istri Yati dan Kayat kaget bukan main saat putra mereka Restu Singgih (17) dijemput tiga anggota kepolisian dari Satuan Lalu Lintas Polres Sukabumi. Restu dituding menerima pemberian sepatu hasil curian.

Restu terlihat pasrah. Sementara Yati sang ibu yang awalnya menahan-nahan langkah Restu saat digiring ke kendaraan polisi juga tidak bisa berbuat banyak. Seorang Polisi Wanita terus menenangkan perempuan 40 tahun itu.

"Sabar ya bu, sabar. Biarkan kami menjalankan tugas. Kalau putra ibu tidak terlibat pasti kami antar pulang," ungkap Briptu Nu Annisa, anggota Sat Lantas, Rabu (1/7/2020).

Yati dengan mimik serius kemudian menceritakan ihwal diterimanya sepatu tersebut. Menurutnya sepatu itu diberikan seseorang bernama Edo untuk hadiah Restu yang akan segera masuk sekolah SMA.

"Hadiah, dari Edo yang memang kenalan suami saya katanya untuk masuk sekolah. Tidak tahu itu sepatu hasil curian atau apa," tutur Yati dengan mimik wajah serius meyakinkan polisi.

Namun segala penjelasan tersebut diabaikan polisi. Putranya tetap digiring petugas ke kendaraan penjemput. Kedua orang tua Restu mengikuti di belakang, melihat keriuhan itu sejumlah warga terlihat keluar rumah.

Saat rombongan tersebut mendekati kendaraan penjemput, tiba-tiba muncul Kasat Lantas Polres Sukabumi AKP Riki FM. Ia menyerahkan sebuah kotak kepada Restu.

"Ini Pak RT ada, silahkan dibuka bukti kenapa Restu harus ikut kami hari ini," ungkap Riki.

Ketika kotak di sobek, Restu diminta untuk membaca tulisan di dalamnya yang ternyata berisi kalimat "Selamat anda mendapatkan SIM gratis" sontak Restu dan kedua orang tuanya berbarengan mengusap wajah.

Aksi prank yang dilakukan polisi itu sukses menghibur warga, mereka riuh bertepuk tangan mengetahui hal itu hanya 'candaan' kepada Restu dan keluarganya. Restu terpilih sebagai penerima SIM gratis dalam rangkaian Hari Bhayangkara.

Restu terpilih sebagai penerima SIM gratis lantaran tanggal dan bulan Restu lahir sama dengan peringatan Hari Bhayangkara yang jatuh pada hari ini.

"Adik kita ini lahir pada 1 Juli 2003, tepat dengan hari Bhayangkara yang ke 74. Kita sebelumnya sudah cek dulu keluarganya, mulai dari kondisi kesehatan dan lainnya takutnya malah kaget berlebihan atau bagaimana, tapi Alhamdulillah berjalan lancar," ungkap Riki.

Sementara itu, Kapolres Sukabumi AKBP Lukman Syarif membenarkan kegiatan yang dilakukan Sat Lantas adalah rangkaian HUT Bhayangkara.

"Jadi ada 100 SIM baru dan 100 SIM perpanjangan gratis untuk mereka yang merayakan hari jadinya ke 17 tahun yang berbarengan dengan hari Bhayangkara. Jadi sweet seventeen ya, ini program dari Sat Lantas, mereka yang punya ide," kata Lukman.

Meski gratis, penerima wajib mengikuti ujian praktek dan teori. Mereka juga wajib sudah memiliki SIM dan surat keterangan sehat.

"Syarat-syarat normatif ya, di Hari Bhayangkara ini harapan kami bisa terus mendekatkan diri ke masyarakat. Masyarakat juga semakin tertib berlalu lintas dan dalam kehidupan sehari-hari," ujar Lukman.

(sya/mso)