Kisah Hijrah Polisi yang Bangun Pesantren untuk Anak Yatim-Dhuafa

Dian Firmansyah - detikNews
Rabu, 01 Jul 2020 10:32 WIB
Kisah hijrah polisi di Purwakarta yang bangun pesantren untuk anak yatim dan dhuafa
Kisah hijrah polisi di Purwakarta yang bangun pesantren untuk anak yatim dan dhuafa (Foto: Dian Firmansyah)

Ia berserta istrinya berniat untuk mendirikan tempat pengajian khusus anak-anak, namun dalam perjalanannya terdapat rintangan yang harus di hadapi, mulai dari dituduh mengajarkan agama sesat hingga tempatnya dirusak massa. Faktor biaya dan tidak adanya santri yang berminat belajar di tempat ini menjadi kendala.

"Dulu sepakat dengan istri untuk membuat pengajian untuk anak yatim-piatu dan dhuafa secara gratis, namun istri bingung terkendala biaya. Saya menggunakan gaji selain gaji pokok waktu itu ada dari Densus 88, saya gunakan untuk operasional pesantren ini. Dulu tidak ada santri maka saya santri pertama yang belajar di pesantren ini", pengakuannya.

Kini Yayasan Pendidikan islam dan Pondok Pesantren Madinah Darul Barokah Lodaya Purwakarta, memiliki santri sebanyak 250 orang. Di lokasi ini pun kini terdapat pendidikan formal Madrasah dan Aliyah.

Sementara menurut salah satu santri Muhammad Raihan (12) asal Karawang mengaku betah menimba ilmu di pondok pesantren ini. Ia seorang anak yatim piatu yang di tinggalkan orang tuanya pada usia 9 tahun.

"Sudah 3 tahun di sini, Alhamdulillah gratis, saya di sini belajar mengaji berbagai kitab dan merasa nyaman", ujar Raihan.

Terpisah, Kapolsek Bungursari Kompol Agus Wahyudin membenarkan jika Aiptu Budiman Bertugas di Mapolsek Bungursari. Menurutnya abah sapaan hangat Budiman dapat bekerja professional sebagai anggota polri dan pimpinan pondok pesantren.

"Betul ia bertugas di sini sebagai Panit Binmas Polsek Bungursari. Kami bangga memilki anggota sepeti beliau yang mampu mendirikan pesantren secara gratis". Kata Agus.

Halaman

(mud/mud)