Kisah Hijrah Polisi yang Bangun Pesantren untuk Anak Yatim-Dhuafa

Dian Firmansyah - detikNews
Rabu, 01 Jul 2020 10:32 WIB
Kisah hijrah polisi di Purwakarta yang bangun pesantren untuk anak yatim dan dhuafa
Kisah hijrah polisi di Purwakarta yang bangun pesantren untuk anak yatim dan dhuafa (Foto: Dian Firmansyah)
Purwakarta -

Beragam cara bagi orang yang berniat untuk berbuat kebajikan, meninggalkan kemaksiatan serta lembah dosa. Salah satunya dilakukan oleh Budiman, seorang anggota polisi berpangkat Ajun Inspekstur Satu (Aiptu) yang bertugas di Polsek Bungursari, Polres Purwakarta.

Diakui Budiman kehidupannya kali ini dirasakan sebagai titik balik dari kehidupannya di masa lalu, kehidupan untuk dekat dan menjalankan perintah agama ia rasakan mulai dari tahun 2010 lalu, setelah ia keluar dari Satuan Bulik (Bunuh Culik) Reserse Polda Jabar dan Densus 88.

Padahal sebelumnya ia mengaku sangat jauh dari kehidupan islami terlebih ia kerap terjebak dalam kehidupan dunia malam, tempramen dan ia pun terkenal sadis kepada para penjahat yang diburunya.

"Jangan berbicara masa lalu, yang jelas sekarang itu berbicara masa depan, biarlah masa lalu jadi pelajaran bagi saya dan sekarang itu pikirkan masa depan, bagaimana kita hidup yang sebentar lagi bisa di terima ibadah kita oleh Allah SWT," ujar polisi yang bertaubat, Aiptu Budiman, Selasa (30/06/2020).

Budiman menjelaskan awal mula mendirikan pondok pesantren yang ia pimpin, berawal dari dipindahtugakannya dari Polda Jabar ke Polres Purwakarta, ia mulai menapaki kehidupan baru. Ia membangun rumah dan tinggal di tengah lahan kosong yang masih rimbun dengan pepohonan.

Terdapat lima orang warga sekitar mendatangi rumah dan mencoba mencari tahu identitas budiman yang pada saat itu berpenampilan seperti preman. Setelah mengaku sebagai anggota polisi, warga meminta agar budiman berubah penampilan dan melaksanakan ibadah shalat.

"Awalnya ada lima orang warga meminta saya shalat, karena dulu saya belum melaksanakannya saya menolak. Setelah di bujuk kemudian saya melaksanakan shalat. Kemudian saya bertaubat dan termotivasi untuk mendirikan tempat pengajian," ucapnya.

selanjutnya Selanjutnya
Halaman
1 2