Masih Zona Orange, Kota Bogor Akan Ujicoba New Normal Setelah 2 Juli

M Sholihi - detikNews
Selasa, 30 Jun 2020 19:31 WIB
Ketua Gugus Tugas Kota Bogor Dedie A Rachim
Foto: M Sholihin
Bogor -

Kota Bogor akan melakukan ujicoba new normal atau adaptasi kebiasan baru (AKB) setelah evaluasi tanggal 2 Juli. Meski saat ini, Kota Bogor masuk zona orange.

"Kemungkinan kita akan mulai mengujicobakan AKB mulai pasca 2 juli. Kalau dari Gugus Tugas nasional, kita (Kota Bogor,red) masuk di zona orange, bukan kuning lagi. Orange itu mendekati merah. Tetapi uji coba new normal sudah boleh, kan kata Gubernur sudah boleh, tetapi menunggu hasil kajian epidemologi," kata Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Bogor Dedie A Rachim, Selasa (30/6/2020).

Menurutnya, ada 8 surat edaran yang sudah disiapkan oleh Gugus Tugas Kota Bogor yang akan dijadikan acuan untuk melakukan uji coba AKB. Surat edaran itu, nantinya agar dilaksanakan pada 8 sektor kegiatan usaha atau sarana umum seperti Pusat perbelanjaan/mall, Hotel, Sarana Olahraga, Even Organizer/Jasa pertunjukan, Stasiun/terminal, Tempat wisata, Tempat kecantikan/salon, Jasa Ekonomi Kreatif

"Apa saja yang harus disiapkan, yaitu ada 8 surat edaran terkait dengan operasional beberapa sektor yang harus disiapkan. Jadi kemungkinan kita akan memasuki uji coba AKB. Tetapi kita menunggu hasil evaluasi tanggal 2," kata Dedie yang juga Wakil Wali Kota Bogor.


Dedie menyebut,berdasarkan data dari Gugus Tugas Nasional, daerah Kota Bogor saat ini masuk dalam kategori zona orange atau mendekati merah. Meski demikian, Dedie berharap kondisi Kota Bogor segera aman agar bisa melakukan uji coba AKB.

"Kalau dari gugus tugas nasional, kita (Kota Bogor,red) masuk di zona orange, bukan kuning lagi. Orange itu mendekati merah. Tetapi uji coba new normal sudah boleh, kan kata Gubernur sudah boleh, tetapi menunggu hasil kajian epidemologi," harapnya.

Dedie berharap, pada masa uji coba AKB nanti pengetatan protokol kesehatan harus tetap dilaksanakan. Karena berdasarkan kajian pakar epidemologi terbaru, puncak pandemi di Kota Bogor akan terjadi pada Januari 2021. Bahkan prediksinya jumlah kasus positif Corona bisa mencapai 72 ribu kasus.

"Itu kan tetap namanya itu prediksi (puncak epidemologi). Makanya protokol kesehatan harus massif, jangan sepotong-sepotong, masyarakat harus dukung, harus digerakkan. Kalau kalau kita tidak hati-hati, kalau kita gegabah, nanti prediksi yang menyatakan akhir pertahun 2020 sampai awal 2021 sebagai puncak pandemi akan terjadi," katanya.

"Nah bagaimana caranya kita menghindari itu, kan gitu. Berbagai cara kan disampaikan tadi, di antaranya beli PCR, tes massif, supaya kita membuat prediksi itu tidak terjadi," imbuhhya.

(ern/ern)