Motif Pembacokan Petugas Parkir RS Al Ihsan, Polisi: Pelaku Tak Mau Bayar

M Iqbal - detikNews
Senin, 29 Jun 2020 16:35 WIB
Penganiaya Petugas Parkir RS Al-Ihsan
Foto: Muhammad Iqbal
Bandung -

Dua pelaku yang membacok tiga jari petugas parkir RS Al Ihsan Baleendah Kabupaten Bandung ditangkap. Mereka mengaku terburu-buru ke luar parkir hingga salahsatunya kena palang pintu parkir karena tak mau bayar parkir.

Kedua pelaku tersebut, Agus Suhendar (36) dan Atep Turnawan (40), berhasil diringkus di tempat persembunyiannya di Kabupaten Cianjur. Saat akan diamankan, para pelaku melakukan perlawanan hingga akhirnya polisi terpaksa melepaskan timah panas yang tepat mengenai betis kaki kiri Agus.

Kapolresta Bandung Kombes Hendra Kurniawan mengungkapkan, motif sementara salah satu pelaku membacok korban karena tidak mau membayar karcis. Selain itu pun, diduga pelaku merasa tidak nyaman setelah dirinya terpelanting oleh palang pintu parkir.

"(Motifnya) dari video kita lihat bahwa mereka hanya satu yang membawa karcis, kemudian kedua tidak mau bayar parkir. Kemudian tiba-tiba portalnya menurun," ujar Hendra di Mapolresta Bandung, Senin (29/6/2020).

Hendra menambahkan, setelah hasil penyelidikan kedua tersangka tersebut merupakan satu rombongan yang sama saat akan keluar dari RS Al-Ihsan Baleendah.

"Nah, yang di belakang (mobil kedua dari belakang bila dilihat di rekaman CCTV) itu rupanya masih rombogan ini juga. Sehingga mereka mengejar menggunakan senjata tajam dan mengakibatkan tiga jarinya putus," ungkapnya.


Peran kedua pelaku, kata Hendra, sejauh ini masih dilakukan pendalaman. Selain itu, polisi pun berhasil mengamankan barang bukti berupa sebuah golok yang digunakan pelaku. Rupanya, golok tersebut ada di dalam mobil namun belum diketahui apakah ada unsur kesengajaan.

"Ini golok ada di mobilnya. (Unsur kesengajaan) masih kita dalami," ujarnya.

Sementara itu, polisi tidak berhenti di dua pelaku yang sudah diamankan. Polisi masih mengejar beberapa pelaku yang ikut dalam aksi penganiayaan tersebut.

"Masih kita dalami, karena masih kita proses, mengingat ini sudah viral. Saya lakukan klarifikasi di sini bahwa kita telah melakukan pengamanan, menangkap dua orang yang akan kita kembangkan ke pelaku lainnya," pungkasnya.

Akibat perbuatannya tersebut, pelaku terancam hukuman penjara selama 9 tahun. Pasal yang dikenakan kepada kedua pelaku yaitu Pasal 170 ayat 2 KUHP tentang Kekerasan Secara Bersama-sama.



(ern/ern)