Terdampak Proyek Kereta Cepat, Warga Bandung Barat Terpaksa Mengungsi

Whisnu Pradana - detikNews
Senin, 29 Jun 2020 15:17 WIB
Warga Cilame Bandung Barat terdampak pembangunan trase Kereta Cepat
Warga Cilame Bandung Barat terdampak pembangunan trase Kereta Cepat (Foto: Whisnu Pradana)
Bandung Barat -

Rumah warga di Kampung Simpati RT 03/RW 05, Desa Cilame, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB), terdampak proyek pembangunan trase Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB).

Eka Suryana (45), pemilik rumah, mengatakan pengerjaan pengeboran tiang pancang (bored pile) di dekat rumahnya menutupi akses keluar masuk.

"Proyek tersebut membuat saya pribadi dan warga lainnya jadi terhambat beraktivitas tidak bisa masuk dan keluar rumah karena akses jalan satu-satunya tertutup," ujar Eka, Senin (29/6/2020).

Eka menjelaskan proyek itu bukan saja menutup akses jalan menuju rumahnya tapi juga merusak sumber air bersih, membuat dinding retak, dan atap rumah akibat getaran pengeboran.

"Air ledeng sudah tidak mengalir karena pipa rusak, dinding retak-retak, genting pada jatuh karena getaran pengeboran. Saat hujan, otomatis bocor semua," jelasnya.

Dirinya terpaksa mengungsi dengan mengontak rumah di lokasi yang lebih aman dan mudah diakses. Pasalnya, setiap dia mengadukan kondisi rumahnya kepada pelaksana proyek selalu tak ditanggapi.

"Kami sekeluarga terpaksa mengungsi dan mengontrak rumah karena dampak proyek. Saya harap perusahaan bisa segera turun tangan dan mengembalikan kondisi rumah seperti sediakala," tandasnya.

Sementara itu Manager PR dan CSR PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) Deni Yusdiana mengaku belum mengetahui terkait peristiwa tersebut. Dalam waktu dekat pihaknya melakukan pengecekan ke lapangan.

"Saya belum tahu tentang kejadian itu, nanti saya cek dulu ke lapangan," ujarnya singkat

(mud/mud)