7 Gadis Cianjur Jadi Korban Prostitusi di Jakarta, Ini Respons Pemda-DPRD

Ismet Selamet - detikNews
Senin, 29 Jun 2020 12:00 WIB
Ilustrasi perdagangan orang/prostitusi (Fuad Hashim/detikcom)
(Foto: Ilustrasi perdagangan orang/prostitusi (Fuad Hashim/detikcom)
Cianjur -

Ada tujuh gadis yang menjadi korban dan dieksploitasi sebagai pekerja seks komersil (PSK). Mirisnya lagi, para korban yang ternyata berasal dari Kabupaten Cianjur, Jawa Barat itu merupakan anak di bawah umur

Menanggapi pengungkapan kasus tersebut, Ketua DPRD Kabupaten Cianjur Ganjar Ramadhan meminta Pemkab Cianjur serius dalam mengentaskan kemiskinan dan menjamin pendidikan untuk anak-anak Cianjur.

Sebab, terbujuknya mereka berkaitan pekerjaan dikarenakan kondisi ekonomi keluarga yang belum sejahtera. Ditambah korban juga putus sekolah, yang membuat mereka akan mudah diiming-imingi.

"Ada dua masalah yang harus diselesaikan untuk mencegah kejadian serupa, ekonomi masyarakat diperbaiki dan jaminan pendidikan. Rata-rata lama sekolah harus ditingkatkan, terutama di wilayah selatan," kata dia kepada detik.com, Senin (29/6/2020).

Selain peran pemerintah, Ganjar juga meminta elemen masyarakat lainnya turut mencegah adanya orang luar yang masuk dan menjanjikan pekerjaan di luar tanpa kejelasan.

"Kita harus sama-sama melindungi keluarga dan lingkungan dari oknum atau pelaku prostitusi yang ternyata malah menjadikan gadis di Cianjur sebagai pekerjaan seks," tegasnya.

Di sisi lain, Plt Bupati Cianjur Herman Suherman, mengaku prihatin dengan adanya gadis Cianjur yang menjadi korban eksplorasi seks di Jakarta.

Herman mengatakan pihaknya segera mencari data anak-anak tersebut untuk dibawa ke Cianjur dan diberi pembinaan.

"Untuk langkah awal, pasti pembiayaan dan pemulihan secara psikologi. Selanjutnya kami cari tahu permasalahan mereka sampai terbujuk ke Jakarta apa saja, jika masalah ekonomi nanti kami akan bantu. Untuk pendidikan kami akan siapkan solusinya, apakah nanti melanjutkan di sekolah formal atau sekolah penyetaraan di PKBM," ucap Herman.

"Kami juga tidak akan tinggal diam, dan membiarkan anak-anak kami jadi korban eksploitasi lagi di luar daerah," pungkasnya.

(mud/mud)