Era New Normal, Pemprov Jabar Pelototi 3 Tempat Keramaian

M. Sholihin - detikNews
Jumat, 26 Jun 2020 19:39 WIB
Presiden Joko Widodo hari mengunjungi mal yang berada di Bekasi. Kedatangannya itu untuk meninjau kesiapan Bekasi menjalankan skema new normal.
Gubernur Jabar Ridwan Kamil (Foto: Rifkianto Nugroho/detikcom)
Bogor -

Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jawa Barat secara resmi telah berakhir dan tidak diperpanjang. Sebagai kelanjutannya, Pemprov Jabar saat ini masuk dalam kondisi Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) atau new normal.

"PSBB untuk provinsi (Provinsi Jawa Barat) sudah selesai, tidak diperpanjang, untuk non-Bodebek berakhir 25 Juni. Kalau yang Bodebek akan dievaluasi 4 Juni," kata Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil usai meninjau proses rapid test di Stasiun Bogor, Jum'at (26/6/2020).

Pria yang biasa disapa Kang Emil itu menyebut, angka reproduksi wilayah Jawa Barat bertahan pada angka di bawah 1 selama 6 minggu terakhir. Sehingga Jawa Barat, masih dalam kategori terkendali.

Ia mengatakan selama memasuki era new normal dimulai, Pemprov Jabar akan memantau secara konsisten terhadap tiga tempat yang menjadi pusat keramaian. "Dalam proses AKB, tiga tempat akan konsisten dicek, pasar tradisional, terminal dan stasiun, dan tempat pariwisata," ucap Emil.

Terkait stasiun, kata Emil, pihaknya akan terus melakukan rapid test secara berkala terhadap warga Bogor yang baru tiba dari Jakarta melalui stasiun. Pengecekan akan dilakukan di Stasiun Bogor.

"Nah stasiun ini ada problem, karena kapasitas dikurangi, maka kepada mereka akan dicari solusinya. Kemarin ada bantuan bus, dari Pak Anis, tetapi masih kurang. Hingga solusinya adalah kita akan tes warga Bogor yang naik kereta," kata Emil.

Jika penumpang KRL yang datang dari Jakarta tidak ada yang positif usai rapid test di Stasiun Bogor, Emil meminta Wali Kota Bogor Bima Arya untuk mengajukan penambahan kapasitas penumpang di dalam gerbong.

"Tetapi kalau ditemukan banyak yang positif, berarti akan tetap dilakukan seperti ini. Inilah yang disebut dengan adaptasi kebiasaan baru, secara bertahap," ucap Emil.

(bbn/bbn)