Respons Unpad soal #UnpadKokGitu yang Trending di Twitter

Siti Fatimah - detikNews
Jumat, 26 Jun 2020 17:00 WIB
Unpad
Kampus Unpad (Foto: Mukhlis Dinillah/detikcom)
Bandung -

Twitter sempat diramaikan dengan aksi virtual mahasiswa Universitas Padjadjaran (Unpad) melalui tanda pagar (tagar) #UnpadKokGitu. Kepala Kantor Humas Unpad Dandi Supriadi membenarkan terkait tuntutan mahasiswa tentang penyesuaian uang kuliah tunggal (UKT) di masa pandemi COVID-19.

Tagar #UnpadKokGitu ini trending pada Kamis (25/6). "Mengenai tuntutan mahasiswa yang viral di media sosial, memang benar. Tuntutan tersebut keluar karena ketidakpuasan terhadap isi SK rektor tentang penyesuaian UKT," kata Dandi saat dihubungi detikcom, Jumat (26/6/2020).

Lebih lanjut, Dandi mengatakan, mahasiswa menginginkan penghapusan UKT golongan (kelompok) satu, penurunan UKT kelompok lain, dan bahkan mengomentari persyaratan yang dikemukakan dalam SK tersebut. Namun, pihaknya menyebut SK tersebut telah dibuat rasional mungkin untuk mengakomodir berbagai hal, terutama untuk membantu mahasiswa yang kekurangan atau terdampak parah oleh pandemi Corona atau COVID-19.

"Selain itu, prinsip UKT adalah prinsip keadilan. Di mana yang tidak mampu dapat dikurangi, sementara yang mampu dapat membayar secara keseluruhan. Kalau tuntutannya seperti yang disampaikan mahasiswa, malah akan menghilangkan prinsip keadilan tersebut karena semua disamaratakan," ujarnya.

"Secara umum, Unpad menanggapi tuntutan tersebut dengan meminta mahasiswa mengerti dan mempelajari lebih jauh kebijakan tersebut. Karena kebijakan tersebut sudah dibuat dengan memikirkan kepentingan mahasiswa juga, agar penyesuaian UKT ini tepat sasaran. Kebijakan ini juga sudah mengakomodir semua instruksi yang ada dalam peraturan menteri, jadi sudah tidak ada masalah berkaitan dengan kebijakan nasional," tutur Dandi menambahkan.

Selain itu, persoalan mengenai perkuliahan daring yang tidak memakai fasilitas, Dandi menekankan pada aspek dasar proses belajar mengajar yang tetap berlangsung sesuai aturan dan pemenuhan hak peserta didik dalam mendapatkan pengajaran. Dia menyebut hanya prosesnya saja yang berubah, awalnya di kelas menjadi daring.

"Sementara fasilitasnya sendiri tetap memerlukan maintenance yang memerlukan biaya. Untuk pelaksanaan kuliah daring, Unpad justru mengeluarkan effort yang lebih dari biasanya untuk penyediaan infrastruktur dan peningkatan kapabilitas dosen. Jadi bukan berarti dengan kuliah daring biaya menjadi tidak ada," katanya.