Pilu Bocah Purwakarta Sakit Tumor di Pipi hingga Tak Bisa Berjalan

Dian Firmansyah - detikNews
Jumat, 26 Jun 2020 16:36 WIB
Pilu bocah Purwakarta menderita tumor di pipi hingga tak bisa berjalan
Pilu bocah Purwakarta menderita tumor di pipi hingga tak bisa berjalan (Foto: Dian Firmansyah)
Purwakarta -

Aditya Alfareza (4) Warga Desa Cibodas, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Purwakarta terus menangis kesakitan karena benjolan di pipinya kian membesar. Ia kesulitan untuk makan-minum karena kondisi benjolannya menarik sebagian mulut, hidung hingga mata.

Anak pertama dari dua bersaudara pasutri Ali (32) dan Herni Nurzanah (25) divonis oleh tim medis alami tumor di pipi bagian kanannya, setelah sebelumnya hanya gigi bengkak.

Menurut Ali Orang tuanya, kondisi seperti ini mulai terjadi pada tiga bulan lalu. Diduga dipicu karena korban tertusuk makanan di bagian gigi hingga bengkak.

"Awal mulanya karena dia tertusuk makanan, dari makanan sosis yang kering itu, setelah itu dia alami kesakitan pada gigi terus di bawa ke puskesmas dan di vonis oleh dokter puskesmas dia cuma gigi bengkak tapi lama kelamaan setelah beberapa bulan kemudian bengkaknya tambah membesar dan keluarga pun berinisiatif membawa ke Bayu Asih, Bayu Asih ada beberapa kali pengobatan terus sekarang di rujuk ke Hasan Sadikin dan di vonis juga sama dokter bedah mulut dia terkena tumor", ujar Ali di rumahnya, Jumat (26/06/2020).

Penyakit yang terus memburuk, kini menjalar ke dua kakinya, ia kini tidak bisa berjalan atau hanya sekedar menggerakkan kaki. Aktivitasnya pun hanya mengandalkan bantuan dari orang tuanya.

Sejumlah upaya terus dilakukan pihak keluarga, mulai dari membawanya ke puskesmas dan rumah sakit, namun kendala yang dihadapi adalah tidak adanya biaya untuk pengobatan dan untuk operasional.

"Awalnya sehat, ya kendalanya untuk saat ini mungkin untuk akses gratis untuk saat ini belum datang, masih dalam proses BPJS nya, materi juga di sini mungkin tidak menutup kemungkinan bisa di bilang keluarga tidak mampu, ya membutuhkan dana biaya untuk operasional dan juga yang namanya di rumah sakit kan pasti perlu biaya", ungkap Kamaludin

Kini bocah malang masih tergolek di rumahnya sembari menunggu waktu untuk di rujuk ke rumah sakit di Bandung.

Pihak Keluarga berharap pemerintah dan para dermawan dapat membantu pengobatan agar segera ditangani agar cepat sembuh dan beraktivitas normal.

(mud/mud)