400 Warga Cianjur Kena DBD, 4 Meninggal Dunia

Ismet Selamet - detikNews
Jumat, 26 Jun 2020 12:55 WIB
Mosquito sucking blood on a human hand
Ilustrasi DBD (Foto: thinkstock).
Cianjur -

Sepanjang Januari-Juni 2020 sebanyak 400 warga Cianjur terkena demam berdarah dengui. Dari jumlah tersebut 4 orang meningal dunia.

Berdasarkan data dari RSUD Sayang Cianjur, tercatat ada 390 pasien DBD yang dirawat sejak Januari hingga 25 Juni 2020. Pasien yang dirawat paling banyak di Maret, berjumlah 124 pasien, sedangkan untuk Januari ada 74 pasien, Februari 87 pasien, April tercatat 58 pasien, Mei sebanyak 32 pasien dan Juni ada 15 pasien yang masuk dan dirawat.

"Kasus itu lebih banyak di tiga bulan pertama, Januari hingga Maret. Yang paling banyak di Maret dengan 124 pasien," kata Direktur Utama RSUD Sayang Cianjur Ratu Tri Yulia melalui Kepala Sub Bagian Humas RSUD Sayang Cianjur Diana Wulandara, Jumat (26/6/2020).

Selain menjadi bulan terbanyak masuknya kasus DBD, pada Maret juga tercatat ada 2 orang pasien DBD yang meninggal. Selain Maret, tercatat juga ada pasien DBD meninggal pada April dan Mei dengan masing-masing 1 pasien meninggal.

"Total ada empat pasien yang meninggal, 2 pasien pada Maret, 1 pasien di April dan 1 pasien lagi di Mei," kata dia.

Untuk pasien yang masih di rawat, lanjut dia, hanya ada dua orang. "Selebihnya sudah sembuh dan dipulangkan," kata dia.

Di sisi lain, RSUD Cimacan Cipanas, Kabupaten Cianjur mencatat 31 orang pasien demam berdarah dengue (DBD) sepanjang Juni 2020. Jumlah keseluruhan pasien tersebut berasal dari empat wilayah kecamatan, yakni Kecamatan Pacet, Cipanas, Cugenang dan Sukaresmi.

Kepala Seksi Pelayanan Medis RSUD Cimacan Hani menyebutkan, pasien DBD didominasi orang dewasa, dan sebagian kecil anak-anak.

"Sebelumnya ada 31 orang yang kita tangani. Namun, sekarang tinggal tiga orang yang masih dirawat. Sisanya sudah diperbolehkan pulang," kata dia.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur Yusman Faisal mengatakan jumlah pasien DBD di tahun ini cukup tinggi hingga mencapai lebih dari 400 orang.

Namun dibandingkan dengan tahun lalu, jumlahnya masih lebih rendah. Untuk jumlah pasien meninggal juga tidak lebih banyak, tercatat ada 7 pasien di tahun lalu.

"Baik dari jumlah pasien hingga jumlah kasus meninggal lebih sedikit. Maka dari itu kita tidak tetapkan status KLB (Kejadian Lur Biasa). Sebab salah satu syaratnya, jumlah kasus di tahun ini harus dua kali dibandingkan tahun lalu," kata dia.

Menurutnya, wilayah padat penduduk mulai dari perkotaan dan Cianjur utara, yang paling banyak kasus DBD. Untuk mencegah DBD, masyarakat diimbau untuk menjalankan 3M plus.

"Intinya tetap ke pola hidup bersih dan sehat. Selain itu juga terapkan 3M plus," ujarnya.

(mso/mso)