Jembatan Gantung Penghubung 2 Desa di Bandung Barat Rusak Parah

Whisnu Pradana - detikNews
Kamis, 25 Jun 2020 21:34 WIB
Jembatan penghubung dua desa di Bandung Barat rusak parah
Jembatan penghubung dua desa di Bandung Barat rusak parah (Foto: Whisnu Pradana)
Bandung Barat -

Jembatan gantung di atas Sungai Cimeta, Desa Kertamukti berbatasan dengan Desa Cipatat, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, sebagai akses utama warga dari ke dua desa mengalami kerusakan parah dan membahayakan warga yang melintas.

Akibat jembatan rusak, sebagian warga yang enggan memaksakan melintasi jembatan demi menjaga keselamatan terpaksa memutar melewati tengah hutan dan ladang jagung sejauh 2 kilometer dengan kendaraan atau 500 meter melewati hutan menuju Kantor Desa Kertamukti.

Di dekat jembatan, terdapat tiga unit rumah warga yang memilih tinggal sambil menggarap lahan pertanian, namun mengeluh tak tersentuh akses transportasi dan listrik.

Ropik Ismail (50), warga Kampung Cikondang RT 01/14, mengatakan jembatan tersebut sudah rusak lebih dari tiga tahun namun tak kunjung diperbaiki padahal sudah berulangkali diajukan ke pihak desa.

"Jembatan Cimeta ini akses utama warga dari dua desa. Sekarang kondisinya sudah rusak parah, tapi tetap digunakan karena akses lainnya harus berputar cukup jauh. Sudah lebih dari tiga tahun rusak dan tidak juga diperbaiki," ungkap Ropik kepada detikcom, Kamis (25/6/2020).

Padahal keberadaan Jembatan Cimeta itu sangat vital bagi warga untuk mengangkut hasil pertanian seperti padi, cabai, dan tomat. Selain itu juga sebagai akses pedagang pikul dan anak sekolah.

"Petani, pedagang, anak sekolah, itu semua lewat jembatan ini. Kalau akses motor harus lewat tengah hutan, cuma bisa dilewati saat kemarau kalau musim hujan berbahaya karena jalannya licin," terangnya.

Jembatan tersebut dibangun oleh PLN pada tahun 2000-an dengan material papan dan kawat baja sebagai penopangnya. Seiring berjalannya waktu dan termakan usia, papan alas jembatan tersebut lapuk dan berjatuhan ke sungai.

"Akhirnya kami warga di sini yang perbaiki secara swadaya, biasanya dipasangi lagi bambu untuk pijakan. Tapi paling tahan 2 bulan. Harapannya ya segera diperbaiki secara permanen," tegasnya.

(mud/mud)