Penumpang Dibatasi, PO Bus di Ciamis Sesuaikan Tarif

Dadang Hermansyah - detikNews
Selasa, 23 Jun 2020 15:37 WIB
Aktivitas Bus di Ciamis
Aktivitas bus di Ciamis. (Foto: Dadang Hermansyah/detikcom)
Ciamis -

Sebagian Perusahaan Oto Bus (PO) di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, kembali beroperasi saat memasuki masa new normal. Mematuhi protokol kesehatan, penumpang hanya boleh 50 persen dari kapasitas bus. Mengatasi penumpang yang dibatasi itu, PO bus terpaksa menyesuaikan tarif angkutan.

Sekretaris Organisasi Angkutan Darat (Organda) Ciamis Ekky Bratakusuma mengatakan sejauh ini tak ada imbauan untuk menaikkan tarif. Namun dengan pembatasan penumpang 50 persen, PO bus harus berhitung untuk menutupi biaya operasional yang dikeluarkan.

"Perusahaan juga punya hitung-hitungan. Karena memang pembatasan penumpang, untuk menutupi biaya operasional menaikkan tarif dengan taraf bisa ditoleransi. Artinya pasar tidak keberatan. Untuk bus di Ciamis itu kenaikannya sekitar 80 persen," ujar Ekky kepada detikcom, Selasa (23/6/2020).

Ekky, yang juga Manager PO Bus Gapuraning Rahayu Ciamis mengatakan, penyesuaian tarif lebih diserahkan ke pasar. Sebab untuk tarif cepat terbatas (patas) tidak diatur di Dirjen Perhubungan Darat. Bila pasar mau, sambung dia, tidak ada pelanggaran.

Ia mencontohkan untuk Cilacap-Jakarta (Lebak Bulus), yang biasanya Rp 100 ribu, naik menjadi Rp 180 ribu. Itu untuk bus asal Ciamis. Kalau bus lain bisa Rp 200 ribu, bahkan lebih.

Bus asal Ciamis yang belum sepenuhnya beroperasi lantaran banyak terminal yang belum dibuka. Ditambah kondisi penumpang yang masih sepi. Bus beroperasi hanya jurusan Lebak Bulus, Pondok Cabe. Untuk yang luar Jawa Barat jurusan Kawunganten dan Karangpucung.

"Terus terang saja kami belum beroperasi full karena penumpang sepi. Juga kita melihat situasi dan kondisi. Beberapa terminal bus, salah satunya Terminal Rambutan secara formal belum dibuka pemerintah. Kami di sini menunggu secara resmi dibuka pemerintah," kata Ekky.

Tonton video 'Terminal Leuwipanjang Dibuka, Bus Cuma Boleh Terisi 50%':

(bbn/bbn)