FSPP Banten Minta Pemda Berkoordinasi untuk Rapid Test di Pesantren

Bahtiar Rifa'i - detikNews
Senin, 22 Jun 2020 15:44 WIB
Presidium FSPP Banten H.M Shodiqin
Presidium FSPP Banten H.M Shodiqin (Foto: Bahtiar Rifa'i/detikcom)
Serang -

Forum Silaturahmi Pondok Pesantren (FSPP) Banten menyatakan ponpes di wilayahnya tidak menolak rapid test. Pemerintah daerah diminta koordinasi dengan pesantren saat akan tes.

"Saya tahu persis sampai ada penolakan (di Kota Serang). Ini pemerintah melakukan rapid test ke pesantren acak, atau lebih cenderung sporadis tanpa koordinasi. Ada petugas datang, kan pertanyaan, pesantren kan khawatir pertama siapa yang bertanggung jawab. Makanya saya mohon kalau tes, koordinasi. Dari kepala dinas ke puskemas, dari puskesmas ke lurah, jelas," kata Presidium FSPP Banten H.M Shodiqin kepada wartawan di Pemkot Serang, Senin (22/6/2020).

Sejauh ini, memang belum ada rapid yang dilakukan di pesantren. Saat ini, rapid dilakukan di MUI Kota Serang terhadap anggotanya dan belum ada perintah pelaksanaan di pesantren.

Dari ribuan pondok, 40 persen memang sudah ada pesantren yang beraktivitas kembali di tengah pandemi. Masing-masing, saat kedatangan santri, pengelola pesantren sudah melakukan protokol kesehatan. Setiap santri yang datang, paling tidak harus terbebas dari sakit dan membawa keterangan sehat misalkan dari puskesmas.

FSPP Banten sendiri mendengar ada 20 ribu alat rapid test yang akan disediakan pesantren oleh Pemprov Banten. Namun, belum ada petunjuk apakah tes dilakukan pertama kali ke pondok modern dan tradisional.

"Kita tidak menentukan yang mana duluan, belum ada penjelasan. Dengar-dengar mau me-rapid pondok pesantren yang kerumunan massanya yang memungkinkan terjadi penularan sehingga harus ekstra," ujar Shodiqin.

Masa aktif belajar siswa di pesantren diperkirakan mulai Juli 2020. Kegiatan belajar-mengajar mulai dilakukan bertahap hingga kedatangan santri baru yang rata-rata pada 15 Juli.

(bri/bbn)