Aneka Analisis soal 'Kapal Karam' di Sukabumi yang Terekam Google Maps

Syahdan Alamsyah - detikNews
Senin, 22 Jun 2020 15:04 WIB
Kapal Karam di Sukabumi
Benda menyerupai kapal karam di lautan Sukabumi yang terekam Google Maps. (Foto: tangkapan layar Google Maps)

Selain itu, Nurman menjelaskan, gambar satelit terakhir diambil Google itu pada 2019, bukan 2020. Hal itu dilihat dari tulisan di bagian bawah aplikasi Google Earth yang menunjukkan tahun 2019.

"Snapshoot-nya bukan tahun ini, tapi tahun 2019. Karena citra satelit Google tidak di perbaharui tiap hari, ada waktu tertentu dalam satu tahun mereka memperbarui gambarnya," ujar Nurman.

"Saya geser lagi waktunya, saya jelaskan fasilitas ini memang asli bawaan Google Earth Pro untuk pengguna laptop atau PC. Nah sekarang menunjukkan waktu 3 April 2018 posisi kapal masih berada di tempatnya. Kemudian pada 20 Maret 2019 posisi kapal tepat berada di ujung garis kuning, namun dari gambar ini posisi kapal masih terlihat jelas seolah berada di atas permukaan air," kata Nurman menambahkan.

Penampakan Kapal Selam di SukabumiGambar pada 2018. (Foto: dokumentasi Nurman Susandi hasil tangkapan layar Google Earth)

Namun, pada 12 Mei 2019 penampakan kapal itu 'menghilang' dari Google Earth. Saat kursor digerakkan, tidak terlihat di perairan Pantai Cikembang kapal yang sebelumnya terlihat di pada Maret 2019.

"Nah dilihat per hari ini posisi kapal kembali terlihat namun samar seolah berada di dasar kapal. Ada beberapa dugaan kemungkinan, di antaranya kapal tersebut adalah glitch atau kesalahan sistem citra satelit. Bisa juga penumpukan gambar yang tersimpan di fasilitas penyimpanan milik Google. Atau yang mengerikan bisa jadi itu detik-detik kapal tenggelam," ujarnya.

"Semuanya yang bisa menjawab hanya pihak Google," kata Nurman.

Dari bentuk kapal, Nurman juga menduga kapal yang terekam oleh Google Maps itu ialah jenis kapal yang sama dan tengah beraktivitas di perairan. "Garis bawahi, jenis yang sama, bukan kapal yang sama. Kalau informasi di luaran yang juga tersebar kan katanya kapal muatan batubara dan kapal angkutan jenis tongkang berdekatan sedang beraktivitas, dari posisi seperti ada bentuk kapal kotak hitam diduga itu tongkang pengangkut (batubara). Namun ini juga perlu penjelas pastinya dari pihak yang dimaksud," tuturnya.

Berdasarkan gambar tahun ke tahun itu terlihat ada perpindahan posisi kapal. "Bisa jadi kapal bergerak, makanya posisi terlihat berubah. Kadang juga tiak ada aktivitas kapal di perairan. Artinya citra satelit Google di lokasi itu merekam aktivitas itu meski pun berupa potongan gambar," ucap Nurman.

Penampakan Kapal Selam di SukabumiGambar pada 2019. (Foto: dokumentasi Nurman Susandi hasil tangkapan layar Google Earth)

(sya/bbn)