Polair dan TNI Cek Koordinat 'Kapal Karam' di Pantai Sukabumi

Syahdan Alamsyah - detikNews
Minggu, 21 Jun 2020 14:57 WIB
Perairan di pantai Sukabumis
Lokasi diduga 'kapal karam' di Sukabumi (Foto: Istimewa).
Sukabumi -

Personel Satuan Polisi Perairan (Satpolair) Polres Sukabumi bersama dengan TNI Angkatan Laut mengecek lokasi yang diduga penampakan kapal karam di perairan Pantai Cikembang, Sukabumi, Jawa Barat.

Kapal yang ditumpangi detikcom melesat dari Dermaga 1 PPN Palabuhanratu menuju titik koordinat sesuai di layanan Google Maps.

"Tadi pagi sesuai koordinat ada kapal karam di Google kita menuju koordinat tersebut dan mengecek arus permukaan air di lokasi," kata Kasat Polair AKP Tri Andri Affandi, Minggu (21/6/2020).

Kamera drone diterbangkan menuju titik ketinggian hingga 1.000 meter di atas permukaan perairan teluk Palabuhanratu. Namun meskipun perairan tenang, bayangan kapal karam tidak terlihat.

Menurut, Tri secara kasat mata posisi kapal tersebut tidak terlihat, perlu alat khusus untuk melihat kebenaran ada atau tidaknya kapal di lokasi itu.

"Kalau secara kasat mata tidak akan nampak, makanya kendalanya untuk mengecek keberadaan benda di bawah laut tersebut kita berkoordinasi dengan TNI AL. Tadi Satpolair berkoordinasi dengan instansi yang memiliki alat khusus mengecek itu," lanjut Tri.

Terkait kedalaman, Tri menduga posisi benda diduga kapal karam itu berada sekitar 60 meter di bawah perairan laut. "Kedalaman sekitar 60 meter di bawah laut, yang diduga kapal tersebut sesuai gambar yang ada di Google tidak mengganggu alur perairan," ujarnya.

Sementara itu Fatah Yasin, Kepala UPP Syahbandar Palabuhanratu juga menanggapi soal bangkai mirip kapal karam yang ramai di media sosial Facebook.
Menurut Fatah kepastian soal dugaan kapal belum bisa di buktikan.

"Memang beritanya belum bisa dipertanggungjawabkan, itu kan harus menunggu dari hidro sendiri angkatan laut dan instansi lain, mengenai kebenaran adanya kapal karam, ini yang perlu kita sikapi, adalah mengenai kapal karamnya," ujar Fatah di Pantai Cikembang.

"Karena kalau untuk sekarang-sekarang ini ada kapal karam saya rasa enggak mungkin juga pasti ramai. Apalagi kapal kalau di lihat dari Google Maps kapal sebesar itu dan itu perlu ditindak lanjuti," ucapnya.

(sya/mso)