Unak Anik Jabar

Sepenggal Jalan Istimewa di Bandung yang Dibuka Tiap 30 Tahun Sekali

Yudha Maulana - detikNews
Minggu, 21 Jun 2020 12:46 WIB
Jalan Otista Bandung
Jalan Otista Bandung (Foto: Yudha Maulana/deikcom).
Bandung -

Panjangnya mungkin tak lebih dari 25 meter, tapi sepenggal jalan ini bisa disebut paling istimewa di Kota Bandung. Alasannya, jalan ini hanya dibuka setiap 30 tahun atau tiga dekade sekali, tepatnya saat momen 30 tahunan peringatan Konferensi Asia Afrika (KAA) tahun 1985 dan tahun 2015.

Jalan tersebut merupakan Jalan Otto Iskandar Dinata (Otista) yang terpenggal oleh lintasan rel kereta api. Lokasinya diapit oleh Jalan Stasiun Timur di sebelah selatan dan Jalan Kebun Jukut di sebelah utara.

Pengamat sejarah Bandung dari Komunitas Aleut Hevi Fauzan ingat betul ketika ia melihat pagar menjulang yang menutup akses jalan Otista tersebut dibuka pada tahun 1985. Hevi kecil begitu terkesima ketika melihat iring-iringan mobil delegasi KAA melintas di hadapannya melibas secuil Jalan Otista tersebut.

"Tahun 1985 itu dibuka karena itu 30 tahunan, saya lihat lagi 2015 itu dibuka lagi karena event peringatannya 60 tahun (KAA). Itu dibuka untuk memudahkan delegasi ke sana (dari Gedung KAA ke Gedung Pakuan), jadi enggak memutar ke Viaduct. Itu jalan paling panjangnya hanya 20 meter," kata Hevi saat dihubungi detikcom.

Secuil jalan Otista ini memang tak kasat mata bila dilihat sekilas. Jalan tersebut, selain bersinggungan dengan rel kereta api juga tertutup oleh pagar yang menjulang tinggi di kedua sisinya. Belum lagi terdapat pedagang kaki lima dan lapak kios ban yang membuat siapapun tak menyangka ada jalan yang sarat dengan sejarah.

Dilihat di peta modern, terlihat jalan Otista yang terpotong oleh rel kereta di Stasiun Timur. Padahal dulunya jalur dari Pasarbaru hingga Gedung Pakuan tak terputus.

Usut punya usut, dulu jalan tersebut dinamai Residentweg (Jalan Residen). Di ujung jalan berdiri Kantor Residen yang dibangun pada tahun 1864 dan selesai pada 1867. Kini Kantor Residen dijadikan Gedung Pakuan, atau akrab disebut 'gubernuran', karena memang dijadikan rumah dinas Gubernur Jabar.

Tonton juga video 'Polisi Hingga Pemuka Agama di Bandung Jalani Rapid Test Covid-19':