Selama PSBB Proposional, Okupansi Hotel di Cirebon Hanya 20 Persen

Sudirman Wamad - detikNews
Jumat, 19 Jun 2020 16:21 WIB
Hotel Ibis Budget Cirebon
Salah satu hotel di Cirebon (Foto: Soedirman Wamad)
Cirebon -

Sejak diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) proposional pada akhir Mei lalu hingga saat ini jumlah okupansi, atau tingkat kunjungan hotel di Kota Cirebon, Jawa Barat, belum stabil.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Cirebon Imam Reza Hakiki mengatakan rata-rata tingkat kunjungan hotel selama masa PSBB hanya 20 persen. "Sekarang hanya dua hotel yang masih memilih tutup. Sisanya sudah buka. Untuk okupansi rata-rata itu 20 persen," kata pria yang akrab disapa Kiki kepada detikcom, Jumat (19/6/2020).

Kendati demikian, Kiki mengaku tingkat okupansi hotel mengalami kenaikan dibandingkan bulan sebelumnya. "Kenaikannya sebesar 5 sampai 10 persen," ucap Kiki.

Lebih lanjut, Kiki mengatakan Wali Kota Cirebon telah menerbitkan aturan terkait aktivitas hotel. Kendati diizinkan menerima tamu, lanjut Kiki, hotel di Kota Cirebon dilarang menerima tamu yang hendak menggelar acara yang sifatnya mengundang kerumunan.

"Untuk hotel dilarang untuk ada meeting. Kita ikuti aturan. Intinya meeting dilarang, jadi hanya menginap," ujarnya.

Kiki menambahkan mayoritas tamu hotel berasal dari wilayah episentrum. "Banyaknya dari Jakarta dan Bandung. Mereka bukan berlibur, melainkan urusan bisnis," katanya.

Karena masih ada pelarangan untuk menggelar atau menerima acara yang sifatnya mengundang kerumunan, Kiki mengaku terpaksa menolak sejumlah agenda tersebut. Padahal, lanjut dia, meeting atau agenda sejenisnya menyumbang pemasukan yang cukup besar.

"Untuk karyawan yang bekerja masih 50 persenan. Masih belum pulih, hari kerjanya juga belum normal," kata Kiki.

(mud/mud)