Wisatawan-Pelaku Usaha Keluhkan Tes Rapid, Ini Kata Bupati Pangandaran

Faizal Amiruddin - detikNews
Jumat, 19 Jun 2020 13:37 WIB
Pantai Pangandaran
Pantai Pangandaran (Foto: Faizal Amiruddin/detikcom).
Pangandaran -

Kebijakan wajib menjalani tes rapid bagi wisatawan pantai Pangandaran mulai dikeluhkan oleh sebagian pelaku usaha. Pasalnya kebijakan wajib tes rapid disinyalir menjadi penyebab minimnya wisatawan Pangandaran.

"Sejak dibuka 2 pekan lalu sampai sekarang saya belum dapat tamu. Kunjungan masih sepi, mungkin karena kebijakan tes rapid," kata Sabaeni (43) pengelola sebuah penginapan di Jalan Kidang Pananjung Pangandaran, Jumat (19/6/2020).

Hal senada diutarakan Widi Dinarti (30) warga Kota Tasikmalaya. Dia mengaku sudah merindukan berwisata ke pantai Pangandaran. Namun keinginan itu terganjal karena harus merogoh kocek lebih dalam. Biaya tes rapid di Pangandaran Rp 200 ribu/orang.

"Kalau berangkat sekeluarga, 4 orang sudah Rp 800 ribu. Aduh cukup berat juga. Lalu deg-degan juga menjalani tes, kalau reaktif bagaimana?" kata Widi. Dia juga mengaku heran mengapa hanya Pangandaran yang menerapkan kebijakan itu, sementara pantai-pantai di daerah lain tidak.

Menanggapi hal itu Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata mengatakan tujuan utama menerapkan kebijakan itu adalah untuk melindungi pelaku usaha maupun wisatawan dari risiko terpapar COVID-19.

"Goal dari kebijakan ini adalah membangun keyakinan bersama bahwa berwisata ke Pangandaran aman dari Corona. Pengunjungnya steril, pelaku usaha wisatanya pun steril. Jadi tercipta rasa aman, dan aktivitas wisata pun tanpa ada rasa was-was," kata Jeje.

Dia mengatakan beberapa hari lalu dia sempat ke Bandung untuk suatu keperluan. "Saya tak berani keluar hotel. Karena dihantui rasa was-was. Nah saya ingin itu tidak terjadi di Pangandaran. Karena pengunjungnya diperiksa, pelaku usahanya diperiksa, maka berwisata pun lebih enjoy," kata Jeje.

Jeje mengakui jika kebijakan itu membuat akselerasi roda ekonomi sektor pariwisata berputar lambat. Artinya tak ada lonjakan kunjungan wisatawan yang membludak dan membuat pelaku usahanya langsung marema.

"Kan harus bertahap, pelan-pelan. Saya yakin, nanti ketika semua orang menyadari bahwa berwisata aman hanya ke Pangandaran maka tingkat kunjungan akan ramai. Kepada pelaku usaha wisata, saya harap bersabar," kata Jeje.

Jeje juga mengaku sudah melakukan evaluasi bahwa selama dua pekan pertama tercatat baru ada 4.400 wisatawan yang datang. Selain itu ada sekitar 2.000 lebih kendaraan roda empat dan roda dua yang diputar balik karena tak bersedia menjalani tes rapid.

"Kami harap semua tenang, kita jalani secara bertahap. Minggu depan kita masuk tahap selanjutnya dimana wisatawan rombongan atau travel sudah bisa masuk," kata Jeje.

Langkah bertahap ini menurut dia lebih aman ketimbang wisatawan dibuka tanpa syarat. Karena ketika muncul kasus penularan maka mau tak mau objek wisata harus ditutup kembali.

(mso/mso)