Belum Kantongi SIKM, 24 Bus AKAP Sumedang Tujuan DKi Tak Bisa Beroperasi

Muhamad Rizal - detikNews
Selasa, 16 Jun 2020 18:28 WIB
Belum kantongi SIKM, 24 bus AKAP Sumedang tujuan DKI tak bisa beroperasi
Belum kantongi SIKM, 24 bus AKAP Sumedang tujuan DKI tak bisa beroperasi (Foto: Muhamad Rizal)
Sumedang -

24 bus Antar Kota Antar Provinsi di Terminal Tipe A Ciakar Sumedang belum bisa beroperasi. Hal ini buntut aturan Surat Izin Keluar-Masuk (SIKM) menuju wilayah DKI Jakarta.

Koordinator Satuan Pelayanan Terminal Tipe A Ciakar Sumedang, Dadang Suganda mengatakan berdasarkan Pergub SIKM DKI Jakarta, untuk bisa masuk ke wilayah Jakarta awak bus AKAP dan penumpangnya harus ada SIKM.

"Untuk awak bus dan penumpang itu harus memiliki surat izin sehat dari rumah sakit setempat untuk mendapatkan SIKM karena kalau tidak memiliki itu ada sanksi denda," kata Dadang melalui sambungan telepon, Selasa (16/6/2020).

Untuk saat ini, Bus AKAP di Terminal Tipe A Ciakar sendiri hanya melayani operasional untuk dua jurusan, di antaranya Sumedang-Kampung Rambutan dan Sumedang-Tangerang sehingga awak bus yang akan masuk ke wilayah tersebut harus memiliki SIKM.

Menurut Dadang, meskipun Kabupaten Sumedang sudah masuk ke dalam zona biru, awak bus AKAP dan penumpangnya tetap harus melengkapi persyaratan jika daerah tujuan tersebut tidak bisa menerima kedatangan dari luar wilayah daerah.

"Intinya 24 bus AKAP jurusan Kampung Rambutan 20 unit dan Tangerang 4 unit belum bisa beroperasi karena terbentur Pergub DKI. Sehingga, jika belum ada persyaratan itu ya harus dilengkapi dulu," ucap Dadang.

Menurutnya jika bus AKAP ingin beroperasi lagi, pihak PO bus mau tidak mau harus mengurus SIKM. Pasalnya, daerah tersebut sudah menerapkan aturan ini sebagai syarat mutlak yang harus dimiliki oleh warga yang ingin keluar atau masuk ke wilayah Jakarta.

"Mau tak mau harus dilengkapi, kalau di kita tidak ada persyaratan seperti itu, hanya syaratnya harus menerapkan protokol kesehatan saja," ucapnya.

Menurutnya, Untuk mendapatkan SIKM sebetulnya bisa dilakukan secara online, hanya saja ada beberapa syarat tertentu yang harus dipenuhi, seperti halnya surat keterangan sehat dan surat keterangan swab test.

"Syaratnya segala macam harus ada, kalau sudah ada bisa mengajukan membuat SIKM, terutama untuk awak bus itu sendiri," katanya.

Catat! Ini Aturan Ketat Wara-wiri ke Luar Kota Saat New Normal:

(mud/mud)