Jaksa KPK Ungkap Aliran Dana Kasus Korupsi RTH Bandung

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Senin, 15 Jun 2020 18:20 WIB
Sidang Korupsi RTH Bandung
Suasana pengadila kasus korupsi RTH Kota Bandung (Foto: Dony Indra Ramadhan/detikcom).
Bandung -

Tiga orang terdakwa kasus korupsi ruang terbuka hijau (RTH) di Kota Bandung didakwa melakukan korupsi sebesar Rp 69 miliar lebih. Ketiganya juga melakukan 'saweran' ke sejumlah orang. Siapa saja?

"Terdakwa melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu koorporasi," ucap jaksa penuntut umum (JPU) KPK Tito Jaelani saat membacakan surat dakwaan dalam sidang di Pengadilan Tipikor Bandung, Jalan LLRE Martadinata, Kota Bandung, Senin (15/6/2020).

Ketiga terdakwa tersebut yakni Tomtom Daabul Qomar anggota DPRD Kota Bandung 2009-2014, Kadar Slamet anggota DPRD Kota Bandung tahun 2009-2014 dan Herry Nurhayat mantan Kepala Dinas Pengelolaan dan Keuangan Aset Daerah (DPKAD) Kota Bandung.

Dalam dakwaannya, JPU KPK menyebutkan ketiga terdakwa diduga telah melakukan korupsi yang menyebabkan kerugian negara mencapai Rp 69 miliar lebih. Para terdakwa juga memperkaya diri sendiri atau mendapat keuntungan dari kasus korupsi itu yakni:

- Herry Nurhayat sebanyak Rp 8,8 miliar
- Tomtom Daabul Qomar sebanyak Rp 7,1 miliar
- Kadar Slamet sebanyak Rp 4,7 miliar.

Selain itu, JPU KPK dalam surat dakwaannya juga membongkar sejumlah nama lain yang mendapat keuntungan atas kasus korupsi tersebut. Tertulis mulai dari eks Sekda Kota Bandung Edi Siswadi hingga mantan anggota DPRD Kota Bandung.

Adapun rinciannya :

- Edi Siswadi sebesar Rp 10 Miliar

- Lia Noer Hambali sebesar Rp 175 juta

- Joni Hidayat sebesar Rp 35 juta

- Dedi Setiadi sebesar Rp 100 juta

- Grup Engkus Kusnadi sebesar Rp 250 juta

- Hadad Iskandar sebesar Rp 1,26 miliar

- Dadang Suganda sebesar Rp 19 miliar lebih

"Dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara yaitu merugikan keuangan negara atau setidak-tidaknya merugikan keuangan Pemerintah Kota Bandung sebagaimana Laporan Hasil Pemeriksaan Investigatif Auditorat Utama Investigasi Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia yaitu sejumlah Rp69.631.803.934,71 (69 Miliar lebih)," kata JPU KPK.

Seperti diketahui, dalam kasus ini, ada empat tersangka yang dijerat oleh KPK, yakni mantan Kepala Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kota Bandung, Herry Nurhayat; anggota DPRD Kota Bandung periode 2009-2014, Tomtom Dabbul Qomard; anggota DPRD Kota Bandung periode 2009-2014, Kadar Slamet; dan terakhir seorang pengusaha Dadang Suganda.

KPK menduga ada mark up atau penggelembungan harga terkait pengadaan lahan RTH di Kota Bandung tersebut sehingga menimbulkan kerugian negara sekitar Rp 69 miliar. KPK juga menduga aliran dana dari korupsi itu menuju sejumlah pihak.

(dir/mso)