ADVERTISEMENT

Polisi Ungkap Fakta Baru Sekeluarga Tewas Terikat-Tenggelam di Tangerang

Bahtiar Rifa'i - detikNews
Jumat, 12 Jun 2020 12:30 WIB
Garis polisi, police line. Rachman Haryanto /ilustrasi/detikfoto
Ilustrasi penemuan mayat (Rachman Haryanto/detikcom)
Tangerang -

Kapolresta Tangerang Kombes Ade Ary Syam mengatakan penyelidikan kasus tewasnya sekeluarga yang terikat dan tenggelam di Balaraja masih berlangsung. Ada beberapa saksi yang diperiksa, termasuk pihak keluarga.

Ade menuturkan, dari keterangan empat saksi yang menemukan para korban, terungkap fakta rumah korban dalam keadaan terkunci dari dalam. Mereka sebelumnya mendengar suara ledakan dan berinisiatif untuk memeriksanya.

"Dari keterangan saksi yang pertama datang ke TKP, dia mendengar seperti suara letupan. Karena pintu terkunci dalam dalam, mereka mendobrak, empat orang saksi mendobrak menemukan tiga jenazah," kata Ade saat berbincang melalui sambungan seluler di Tangerang, Banten, Jumat (12/6/2020).

Pintu di bagian depan ini menjadi satu-satunya akses di rumah korban. Tak ada akses lain selain pintu yang terkunci dari dalam tersebut.

"Nggak ada, pintu cuma satu, terkunci dari dalam," ujarnya.

Kepolisian belum bisa memberikan kesimpulan apakah mereka tewas karena dibunuh atau bunuh diri. Saat ini kepolisian menunggu hasil autopsi resmi yang akan disampaikan oleh pihak RSUD Balaraja.

"Nggak bisa menduga, penyelidikan masih berlangsung. Fakta ditemukan seperti itu berdasarkan keterangan saksi. Mereka masuk dengan cara mendobrak," ujarnya.

Misteri kematian sekeluarga di Tangerang ini terjadi pada Kamis (11/6) sekitar pukul 01.30 WIB. Warga menemukan ada tiga jenazah, yaitu orang bapak inisial R yang tergantung di kamar, anak berusia masing-masing 13 tahun terikat lehernya di kamar, dan anak usia 3 tahun tenggelam di bak kamar mandi.

Tonton juga video 'Detik-detik Suami Bunuh Istri Dilumpuhkan Polisi':

(bri/mud)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT