Demi Kartu Kuning, Pencari Kerja di Serang Rela Antre Tanpa Jaga Jarak

Bahtiar Rifa'i - detikNews
Selasa, 09 Jun 2020 12:21 WIB
Antre Kartu Kuning di Disnaker Kota Serang
Pencari kerja antre untuk mendapatkan kartu kuning di Disnaker Kota Serang. (Foto: Bahtiar Rifa'i/detikcom)
Serang -

Para pencari kerja pemohon kartu kuning rela antre tanpa jaga jarak di Dinas Tenaga Kerja Kota Serang. Mayoritas mereka ialah lulusan SMK dan yang kena pemutusan hubungan kerja (PHK).

Salah satu pemohon, Soleh mengatakan, dirinya antre sejak pukul 09.00 WIB. Demi kartu kuning, ia mengaku tak mengkhawatirkan adanya pandemi virus Corona. Lelaki tersebut mengaku putus kontrak dari perusahaan roti.

"Lulusan SMK, ini mau memperpanjang kartu kuning, ya mau gimana lagi harus ngantre meskipun ada Corona," ujarnya, Selasa (9/6/2020).

Hal sama diungkapkan Ulum. Ia antre sejak pagi demi kartu kuning karena sudah tak bekerja di industri keramik di Tangerang. Ia menyebut banyak industri yang merumahkan dan melakukan PHK karyawan.

"Ini mau cari kerja lagi," ujar Ulum.

Pantauan di lokasi, pemohon kartu kuning di Disnaker Kota Serang antre hingga lokasi parkir kendaraan. Pemohon sebagian besar menggunakan masker, namun tanpa penerapan jaga jarak. Di lokasi, juga disediakan bilik disinfektan sebelum mereka mengurus kartu kuning di loket pegawai.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Serang Akhmad Banbela memperkirakan peningkatan jumlah pemohon pencari kerja ini karena telah mendapatkan info lowongan kerja dari media sosial. Padahal, banyak industri yang merumahkan dan memutus kerja karyawan.

"Namanya anak-anak lulusan SMK, semangat ingin mencari kerja. Harapannya memasuki new normal, mereka bisa bekerja dan menghasilkan sesuatu," ujarnya.

Banbela melanjutkan, tiga hingga empat hari belakangan pemohon kartu kuning ke Disnaker Kota Serang memang membeludak. Dari yang biasanya pemohon hanya lima orang, setelah ada wacana new normal bertambah hingga 150 orang perhari.

Pihak Disnaker menerapkan protokol kesehatan di loket pemohon kartu kuning. Ada pembatas dan disediakan bilik disinfektan sebelum mereka diberi pelayanan.

Simak video 'Muncul Situs Tandingan Pra Kerja, Pemerintah Ajak Kolaborasi':

(bri/bbn)