Elektabilitas Naik Saat Pandemi, Ini Reaksi Ridwan Kamil

Yudha Maulana - detikNews
Senin, 08 Jun 2020 14:58 WIB
Gubernur Jabar Ridwan Kamil
Foto: Yudha Maulana
Bandung -

Penanganan wabah COVID-19 berdampak kepada elektabilitas sejumlah kepala daerah dan pejabat jika dikaitkan dengan Pilpres 2024. Dalam survei yang dilakukan Indikator Politik, sejumlah nama meningkat elektabilitasnya, sementara yang lainnya mengalami penurunan.

Dalam survei tersebut, salah satu yang mengalami kenaikan elektabilitas adalah Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang memeroleh kenaikan elektabilitas menjadi 7,7 %, angka tersebut meningkat dari survei Februari lalu yang berada di angka 3,8%. Pria yang akrab disapa Kang Emil itu berada di urutan ke-empat setelah Menhan Prabowo Subianto (14,1%), Gubernur Jateng Ganjar Pranowo (11,8%) dan Anies Baswedan (10,4%).

Mendapatkan kenaikan elektabilitas, Ridwan Kamil menegaskan dirinya bekerja tidak untuk mencari pujian. "Bekerja itu jangan cari pujian niatnya, bekerja jangan berharap ada apresiasi. Yang penting kita bekerja karena kebutuhan, itulah Gugus Tugas Jabar, bekerja dengan ilmu," ujar Kang Emil-sapaannya-, Senin (8/6/2020).

Kang Emil mengatakan, gugus tugas berkonsultasi dengan para pakar di bidangnya sebelum mengambil keputusan krusial, terkait penanganan COVID-19. "Kita tanya ke ilmu ekonomi dan kesehatan dalam menghitung zona biru, zona kuning. Ada 9 indeks, mungkin itu yang paling ketat," katanya.

"Kalau hasilnya menggembirakan berarti hasil tidak membohongi proses. Kalau apresiasi dihubungkan ke politik, seperti tadi elektabiltas, saya tidak bisa menghindari, tapi mudah-mudahan itu adalah hal yang faktual. Jadi bagi saya, elektabilitas naik-turun bukan tujuan, karena konsentrasi kita fokus menyelamatkan 50 juta orang, lain-lain itu sekunder," ucap Kang Emil melanjutkan.


Sebelumnya, survei dilakukan melalui wawancara via sambungan telepon. Dengan asumsi metode simple random sampling, ukuran sampel 1.200 responden memiliki toleransi kesalahan (margin of error) sekitar ±2.9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Survei digelar pada 16-18 Mei 2020 terhadap 1.200 responden yang dipilih secara acak dari kumpulan sampel acak survei tatap muka langsung yang yang dilakukan Indikator Politik Indonesia pada rentang Maret 2018 hingga Maret 2020.

Survei ini menggunakan pertanyaan 'Jika pemilihan presiden diadakan sekarang, siapa yang akan Ibu/Bapak pilih sebagai presiden di antara nama-nama berikut ini?'. Hasilnya, nama Menhan Prabowo Subianto ada di posisi teratas dengan 14,1% suara. Namun, angka ini turun dari periode survei sebelumnya pada Februari.

"Jika Pilpres diadakan sekarang, belum ada tokoh yang dominan. Dibandingkan survei Februari 2020 yang menempatkan Prabowo paling atas dan dengan selisih signifikan, kini dukungan relatif berimbang," tulis Indikator.

"Dukungan pada Ganjar Pranowo dan Ridwan Kamil kini cenderung meningkat dibandingkan temuan Februari lalu," imbuh Indikator.

Berikut ini hasil survei pemilihan Presiden dari Indikator per Mei 2020:

1. Prabowo Subianto 14,1% (Februari 22,2%)
2. Ganjar Pranowo 11,8% (Februari 9,1%)
3. Anies Baswedan 10,4% (Februari 12,1%)
4. Ridwan Kamil 7,7% (Februari 3,8%)
5. Sandiaga Salahuddin Uno 6,0% (Februari 9,5%)
6. Agus Harimurti Yudhoyono 4,8% (Februari 6,5%)
7. Khofifah Indar Parawansa 4,3% (Februari 5,7%)
8. M Mahfud Md 3,3% (Februari 3,8%)
9. Gatot Nurmantyo 1,7% (Februari 2,2%)
10. Erick Thohir 1,6% (Februari 1,9%)
11. Puan Maharani 0,8% (Februari 1,4%)
12. Tito Karnavian 0,6% (Februari (0,8%)
13. Budi Gunawan 0,4% (Februari 0,4%)
14. Muhaimin Iskandar 0,0% (Februari 0,3%)

Tidak tahu/tidak jawab 32,3% (Februari 20,3%)

(yum/ern)