Genjot Masa Tanam Padi untuk Hadapi Corona-Kemarau Panjang

Dian Firmansyah - detikNews
Sabtu, 06 Jun 2020 21:22 WIB
Petani di Subang
Petani di Subang (Foto: Dian Firmansyah/detikcom)
Subang -

Pandemi virus Corona menjadi ancaman berbagai sektor, tak terkecuali ketahanan pangan yang kini tengah lesu. Kondisi ini diperparah dengan prediksi dari Badan Pangan Dunia (FAO) yang menyebutkan akan terjadi kemarau panjang di Asia, termasuk Indonesia, pada tahun ini.

Menghadapi kondisi tersebut, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengharapkan para petani memanfaatkan waktu pada sisa musim penghujan ini. Di musim tanam padi, medio Mei dan Juni, diharapkan akan menjadi kekuatan pangan dalam menghadapi dampak pandemi COVID-19 dan ancaman kemarau panjang.

"Kita menghadapi musim tanam dua yang namanya musim tanam gadu. Musim tanam gadu itu berhadapan dengan musim kemarau," kata Syahrul saat kunjungan kerja di Kecamatan Patokbeusi, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Sabtu (6/6/2020).

"Karena itu, sisa hujan Mei-Juni ini, seluruh jajaran kementerian pertanian bersama seluruh pemerintah daerah harus bisa memanfaatkan sisa hujan Juni sampai Juli, agar bisa dipakai bertanam lagi di musim tanam dua," Syahrul menambahkan.

Musim tanam dua biasanya dilakukan pada Juli dan Agustus. Namun karena adanya prediksi kemarau panjang, pemerintah melalui Kementan meminta pemerintah daerah dan para petani mempercepat masa tanam padi serta memanfaatkan sisa musim hujan.

Petani di SubangMenteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo berbincang dengan petani di Subang. (Foto: Dian Firmansyah/detikcom)

Kementan menargetkan sebanyak 5,6 juta hektare area sawah yang dapat ditanam di musim tanam dua atau gadu ini. Sehingga dalam jangka waktu 100 hari ke depannya hasil tanam ini dapat menjadi kekuatan pangan di Indonesia saat pandemi Corona.

"Covid itu adalah tantangan, kita harus hadapi dengan kesiapan yang lebih kuat. Kita tanam lebih banyak, tidak hanya di lahan ladang-ladang begini, di pekarangan rumah juga sudah menjadi anjuran. Pekarangan rumah harus bisa menghasilkan sesuatu yang langsung bisa menambah kekuatan kita menghadapi Covid," tutur Syahrul.

Untuk mendukung para petani agar terus meningkatkan produktifitas, Kementan memberikan sejumlah bantuan mulai dari penyerahan Dana KUR, asuransi hingga peralatan yang dibutuhkan untuk bercocok tanam.

Tonton juga 'Gerah! Kenapa Musim Kemarau Kali Ini Terasa Panas Banget?':

[Gambas:Video 20detik]

(bbn/bbn)