Pandemi Corona, Mentan: Sektor Pertanian Harus Segera Bangkit

Luthfiana Awaluddin - detikNews
Sabtu, 06 Jun 2020 18:37 WIB
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo memanen padi menggunakan alat pemanen saat panen raya di Cilamaya Karawang.
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo memanen padi menggunakan mesin combine saat panen raya di Cilamaya Karawang. (Foto: Luthfiana Awaluddin/detikcom)
Karawang -

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo meminta petani mewaspadai potensi kekeringan panjang yang akan melanda Indonesia pada tahun ini. Ia berharap Indonesia tak terdampak krisis pangan akibat kekeringan panjang seperti yang diperingatkan badan pangan dunia FAO.

"Badan pangan dunia memperingatkan ancaman kekeringan panjang dan terjadi krisis pangan. Indonesia, kami harap tidak (terdampak). Karena itu harus ada percepatan tanam," kata Syahrul saat meninjau panen raya di Desa Bayur Lor, Kecamatan Cilamaya, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Sabtu (6/6/2020).

Ia menjelaskan pertanian ialah sektor yang harus segera bangkit saat wabah corona. Sebab, pandemi Corona, kata Syahrul, sempat membuat kondisi pertanian ketar-ketir.

"Gara-gara COVID semua jadi lemah. Pertanian jadi sektor yang harus segera bangkit," ucap Syahrul.

Ia memastikan pemerintah bakal mencegah krisis pangan terjadi. Caranya, menurut Syahrul, dengan mempercepat tanam di 5,6 juta hektare sawah untuk musim tanam kedua.

"Dengan percepatan tanam, stok meningkat dan akan cukup memenuhi kebutuhan satu tahun. Sehingga satu tahun ke depan, apapun yang terjadi makanan tersedia. Saya harap ada juga komando strategi penggilingan hingga ke tingkat desa," tutur Syahrul.

Selain itu, menurut dia, pemerintah tengah mempersiapkan lahan tambahan. Salah satunya dengan menyulap rawa supaya bisa ditanami.

"Kita coba persiapkan tambahan lahan pangan dari rawa seperti di Kalimantan dan Sumsel," ujar Syahrul.

(bbn/bbn)