Melihat Kembalinya Salat Zuhur Berjemaah di Masjid Raya Bandung

Yudha Maulana - detikNews
Sabtu, 06 Jun 2020 14:15 WIB
Salat Zuhur Berjemaah di Masjid Raya Bandung
Salat zuhur berjemaah di Masjid Raya Bandung. (Foto: Yudha Maulana/detikcom)
Bandung -

Suara azan berkumandang di dua menara Masjid Raya Bandung. Terlihat sejumlah warga mulai berdatangan untuk melaksanakan salat zuhur berjemaah pertama di masjid itu selama pandemi Corona atau COVID-19.

Pantauan detikcom, Sabtu (6/6/2020), sejumlah petugas mengecek suhu satu persatu jemaah yang masuk lewat pintu utara dan selatan masjid. Mereka pun diberikan hand sanitizer dan diarahkan untuk segera turun ke tempat tempat wudu.

Iqamat pun diserukan, pada salat zuhur ini terlihat hanya terdapat tiga saf yang dijeda oleh tanda pembatas. Sekitar 100 orang yang hadir, dengan 40 orang per safnya.

Ketua DKM Masjid Raya Bandung Muchtar Gandaatmaja mengatakan dibukanya kembali salat fardu berjemaah mengacu kepada Perwal Nomor 32 Tahun 2020. Dalam Perwal itu disebutkan, salat berjemaah maksimal dihadiri 30 persen dari jumlah kapasitas tempat ibadah.

"Kalau hari biasanya kita bisa mencapai 13 ribu sampai 14 ribu, bahkan 15 ribu kalau hari Jumat. Kita sambut Perwalnya, kami buka perlahan. Pertama dibuka dulu salat fardu, setelah itu kita lihat seminggu yang akan datang, bila tertib, salat Jumat akan dilaksanakan 12 Juni," kata Muchtar saat ditemui di ruang kerjanya, Sabtu (6/6/2020).

"Untuk salat Jumat nanti, Dokkes dari Polda Jabar juga ikut, termasuk dari Polsek Regol. Kalau sekarang riskan, karena dokter kita enggak punya, makanya kita buka bertahap. Bila kondusif, majelis taklim juga kita buka perlahan kemudian," ucap Muchtar.

Salat Zuhur Berjemaah di Masjid Raya BandungWarga menggunakan masker saat salat zuhur berjemaah di Masjid Raya Bandung. (Foto: Yudha Maulana/detikcom)

Muchtar tak memungkiri, ribuan orang datang untuk menghadiri majelis taklim dari sejumlah daerah. Ia menggarisbawahi, kegiatan majelis taklim hanya diperbolehkan pada pagi hari atau pukul 07.00-11.00 WIB.

"Bila pertokoan, pasar tradisional atau taman di samping masjid dibuka kemungkinan akan tambah padat lagi. Makanya kita mungkin dibantu keamanannya oleh aparat, karena masjid ini serumpun. Selain warga sekitar, banyak warga yang berbelanja atau diskusi dari Malaysia, Singapura dan daerah-daerah lainnya," tutur Muchtar.

(yum/bbn)