Catat! New Normal Jabar Dimulai dari Pembukaan Rumah Ibadah Bukan Mal

Yudha Maulana - detikNews
Kamis, 04 Jun 2020 16:21 WIB
Ridwan Kamil simulasi salat jumat di masjid al irsyad
Gubernur Jabar Ridwan Kamil simulasi salat Jumat di Masjid Al-Irysad, Bandung Barat (Foto: Whisnu Pradana/detikcom).
Bandung -

Karo Hukum dan HAM Setda Jabar Eni Rohyani memastikan agar tahapan new normal atau adaptasi kebiasaan baru (AKB) dimulai dari pembukaan rumah ibadah, bukan pusat perbelanjaan seperti mal.

Menurutnya, masih ada misinterpretasi dari kepala daerah terkait pelaksanaan dan tahapan AKB. "Pasca video conference dengan pak gubernur dan walikota/bupati masih ada misinterpretasi, tentang AKB bisa ditetapkan oleh bupati atau walikota, ini nanti akan kita luruskan," kata Eni, Kamis (4/6/2020).

Eni mengatakan, mekanisme diterapkannya AKB dimulai dengan pengajuan pemberhentian PSBB ke Kementerian Kesehatan. Seperti diketahui, Gubernur Jabar Ridwan Kamil memperpanjang masa PSBB provinsi hingga 12 Juni mendatang.

"Mekanisme AKB dimulai dengan pengajuan pemberhentian PSBB ke Kementerian Kesehatan melalui gubernur, dan meminta penerapan AKB ke Kemenkes," katanya.

"Nah itu juga mungkin jadi permasalahan di kabupaten/kota karena ada euforia untuk segera menjalankan kehidupan yang normal. Ini akan kami luruskan dengan surat edaran, ada daerah yang membuka mal, yang pertama dibuka itu bukan mal tapi tempat ibadah," ujarnya.

Setelah tempat ibadah, kemudian industri dan perkantoran, lalu pusat perbelanjaan dan diakhiri dengan dibukanya pariwisata. "Kenapa wisata terakhir? Karena pariwisata merupakan titik kulminasi berbagai titik temu," ujarnya.

Simak video 'Menag: Pembukaan Rumah Ibadah Tak Hanya Berdasar Status Zona Wilayah':

(yum/mso)