Salat Jumat 2 Gelombang, Ketua PWNU Jabar: Secara Pribadi Tidak Sepakat

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Rabu, 03 Jun 2020 16:59 WIB
Pemerintah Kota Bogor untuk pertama kalinya menggelar salat Jumat di Masjid Baiturrahman. Wali Kota Bogor Bima Arya turut hadir dalam ibadah tersebut.
Foto: M.Sholihin
Bandung -

Wacana salat Jumat dua gelombang turut ditanggapi Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jabar. Secara pribadi, Ketua PWNU Jabar Hasan Nuri Hidayatullah tak setuju dengan salat Jumat dua gelombang.

"Saya belum menemukan persoalan ini sampai kepada kita. Tapi yang jelas, dalam satu tempat dua gelombang saya belum bisa memberikan tanggapan yang pasti. Cuma sementara menurut hemat kita, tidak semestinya dilakukan, karena belum mempunyai dasar hukum yang kuat, kita harus mencari rujukan yang jelas dulu," ucap pria yang akrab disapa Gus Hasan ini kepada detikcom, Rabu (3/6/2020).

"Ya saya sendiri pribadi belum menemukan dasar yang kuat untuk dilakukan dengan teori yang sedemikian rupa secara hukum agama," kata Gus Hasan menambahkan.

Gus Hasan mengatakan pendapat itu baru sebatas pendapat pribadi lantaran belum masuk ke pembahasan secara organisasi. Secara pribadi dia tak sepakat dengan salat Jumat dua gelombang.


Gus Hasan menambahkan pelaksanaan salat Jumat di tengah pandemi COVID-19 dengan pembatasan-pembatasan bisa memanfaatkan masjid-masjid yang ada. Masjid yang sebelumnya tidak biasa digunakan salat Jumat bisa diberlakukan.

"Kalau sekali dengan pembatasan its oke, tapi kalau di shift dua kali ya ini baru pendapat pribadi, tidak semestinya karena belum ada dasar hukumnya. Tidak dalam satu tempat dua kali. Misalnya ada di satu masjid yang biasanya tidak dipakai salat jumat , dengan seperti ini menjadi boleh salat Jumat di dua tempat atau dalam istilah bahasa kita ta'addudul jumah," tuturnya.

Apabila masyarakat tidak kebagian melaksanakan salat Jumat, Gus Hasan mengatakan bisa diganti dengan salat Dzuhur.

"Lebihnya jika ada yang tidak terbawa dan tidak mengikuti salat Jumat tersebut, ya itu merupakan uzur, melakukan salat Dzuhur," katanya.

Sebelumnya, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat tak menganjurkan pelaksanaan salat Jumat dua gelombang. Menurut MUI Kabar, pelaksanaan salat Jumat dua gelombang tidak sah.

"Jadi salat Jumat dua gelombang itu tidak sah," ucap Sekretaris MUI Jabar Rafani Achyar saat dihubungi, Rabu (3/6/2020).

Rafani menilai pelaksanaan salat dua gelombang tersebut akan berpengaruh pada waktu pelaksanaan salat.

"Tidak sah, karena itu kan nanti problem dengan waktu juga," tuturnya.

(dir/ern)