Kisah Uhud, Menunggu Waktu Berhaji Sambil Berjuang Melawan Stroke

Yudha Maulana - detikNews
Rabu, 03 Jun 2020 12:51 WIB
Ilustrasi haji
Ilustrasi haji (Foto: Ilustrasi oleh Mindra Purnomo/detikcom)
Bandung -

Uhud (64), warga Kelurahan Sukagalih, Kecataman Sukajadi, Kota Bandung merupakan salah satu calon jemaah haji yang tertunda pemberangkatannya tahun ini, imbas COVID-19. Padahal, ia sudah menunggu giliran selama tujuh tahun sambil melawan penyakit strokenya.

"Saya sudah menunggu selama tujuh, tepatnya dari tahun 2013. Katanya dari Kemenag setahun masa tunggunya, tapi saat ditanya lagi mundur terus jadwal pemberangkatannya, sampai akhirnya tahun 2020. Dengan kondisi seperti ini, saya menunggu lagi, kemungkinan sampai 2021," kata Uhud membuka pembicaraan dengan detikcom di kediamannya, Rabu (3/6/2020).

Kecewa, tentu sempat dirasakan oleh pria yang telah mengabdikan diri selama puluhan tahun sebagai guru agama di sebuah sekolah negeri di Kota Bandung itu. Namun, baginya pembatalan haji tahun ini merupakan takdir dari sang Pencipta yang tak bisa disangkal.

"Qodarullah, walaupun ada syarat terpenuhi, fisik, finansial. Sekarang syarat sudah mencukupi, fisik reyot, finansial (biaya haji) sudah memenuhi. Qodarullah tinggal menerima, innalilahi...Insya Allah, azam sudah bulat. Tapi karena kehendak Allah ya bagaimana. Mau menggerutu juga tidak ada gunanya, jangan sampai gagal tidak menerima qadar yang ada dalam rukun iman," katanya.

Uhud akui, untuk berjalan dan menunaikan ibadah salat Fardhu saja ia merasa kesulitan. Namun, tekadnya untuk berhaji tak pernah padam. Solusinya, ia berencana untuk menggunakan kursi roda dan jasa pengantar yang akan dicarikan oleh KBIH Persis di Arab Saudi.

"Penyakit stroke tidak bisa diharapkan sembuh seketika, tahun ini sudah agak sehat. Alhamdulillah sudah dekat mau berangkat, tapi ternyata belum waktunya. Manasik sudah beres, manasik masih berlangsung sebelum Corona, belum ada berita apa-apa. Saat manasik ada berita umroh ditunda lebih dulu, manasik juga dihentikan, katanya tunggu Juni dan benar, ternyata ditunda," kata Uhud.

"Mungkin Kemenag juga repot bila kondisinya seperti ini, masih ada wabah," ujarnya.

Ia berharap penundaan ibadah haji tahun ini bisa memberinya waktu untuk memulihkan kondisi badan agar lebih siap lagi. "Inginnya sehat normal, walau dengan kondisi begini ingin melaksanakan rukun Islam yang terakhir. Mencari jalan agar khusnul khotimah. Insya Allah saya berdoa saja, semoga niat saya diterima," katanya.

"Karena banyak kebesaran Allah di sana, saya pernah bertemu langsung dengan seorang pria tua yang kondisi badannya, lebih sulit. Tapi saat tiba di Tanah Suci, ia bisa menunaikan ibadah haji secara mandiri, cerita-cerita seperti itu yang membesarkan hati saya, mudah-mudahan disampaikan umur ke sana (ibadah haji)," katanya.

Simak video 'Haji Dibatalkan, Gabungan Asosiasi Minta Ketemu Kemenag dan BPKH':

(yum/mud)