Potensi Melimpah, Selatan Sukabumi Diproyeksi Jadi Demplot Tambak Udang

Syahdan Alamsyah - detikNews
Rabu, 03 Jun 2020 12:29 WIB
Lahan tak produktif, kebun kelapa di Pemalang beralih fungsi jadi tambak udang.
Ilustrasi udang (Foto: Robby Bernardi/detikcom)
Sukabumi -

Direktorat Jendral Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan berencana mengembangkan model percontohan tambak udang berkelanjutan di Kabupaten Sukabumi.

Demplot tambak udang itu akan dikembangkan di wilayah selatan Kabupaten Sukabumi yang dianggap belum tercemar dan memiliki potensi udang melimpah. Dalam kunjungannya, rombongan Dirjen KKP diterima Bupati Sukabumi Marwan Hamami di Gedung Pendopo Kabupaten Sukabumi, Rabu (3/6/2020).

Marwan mengatakan kunjungan tersebut untuk mencari wilayah pengembangan budidaya udang yang berkelanjutan. Dalam hal ini, lokasi yang rencananya akan dijadikan tambak undang berkelanjutan akan diproyeksikan berada di Kecamatan Ciemas.

"Terkait aturan dan tata ruangnya sudah ada. Daerah (Ciemas) tersebut merupakan area pertambakan. Potensi udang di Kabupaten Sukabumi sangat melimpah. Ditambah, wilayah selatan Kabupaten Sukabumi belum tercemar," kata Marwan kepada awak media.

Rencana itu dijelaskan Marwan masih dalam tahap penjajakan pihak KKP, nantinya Sukabumi akan menjadi menjadi demplot tambak udang dari kementerian tersebut.

"Di Indonesia ada lima. kabupaten Sukabumi menjadi yang ke lima, maka dari itu, peran serta masyarakat harus lebih tinggi. Potensi tersebut dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat," jelas Marwan.

Dirjen Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan Slamet Soebjakto mengatakan akan membuat model percontohan tambak udang berkelanjutan. Hal itu dengan membangun kawasan terdiri dari kluster-kluster.

"Sehingga, dalam menarik air dari laut dan ke laut lagi secara bersih. Termasuk kaidah cara budidaya yang baik akan dilakukan. Indonesia memiliki potensi untuk dibuat model percontohan tambak berkelanjutan. Termasuk di Kabupaten Sukabumi," kata Slamet.

Menurutnya hal tersebut sejalan dengan program Presiden Joko Widodo untuk meningkatkan ekspor udang sekitar 250 persen di 2024. Sebab, udang menempati nilai ekspor tertinggi, selain ikan tuna.

"Hasil kajian para ahli, udang masih menempati satu komoditas strategis sampai puluhan tahun ke depan. Udang disenangi masyarakat dunia. Prospeknya tidak terbatas untuk kebutuhan dunia.Indonesia sendiri, penghasil nomor 2 udang setelah India," pungkas Slamet.

(sya/mud)