627 Pusling di Jabar Akan Disulap Jadi Mobil Pemeriksa Corona

Yudha Maulana - detikNews
Selasa, 02 Jun 2020 21:35 WIB
Kendaraan tersebut dipanggil MPus (Mobile Puskesmas) untuk melayani di bidang kesehatan dan menjangkau wilayah terpencil di Jawa Barat.
Ilustrasi mobil puskesmas keliling. (Foto: dok. instagram Ridwan Kamil)
Bandung -

Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jawa Barat (GTPP Jabar) akan menyulap 627 puskesmas keliling (pusling) yang tersebar di 27 kabupaten/kota menjadi mobil pemeriksa Corona atau COVID-19. Sekretaris Dinas Kesehatan Jabar Siska Gefrianti mengatakan kendaraan tersebut akan mendatangi sejumlah tempat yang menjadi pusat kerumunan.

"Jadi nanti kita akan koordinasi dengan dinas kesehatan di tingkat kabupaten/kota bagaimana kita akan menambahkan stiker di mobil pusling di setiap kecamatan, nah hari Sabtu dan Minggu lalu kita sudah mulai berkeliling di Cimahi," ujar Siska dalam telekonferensi pers dari Gedung Sate, Kota Bandung, Selasa (2/6/2020).

Siska mengatakan, pada percobaan mobil yang disebut mobile COVID-19 itu, pihaknya telah menyasar ke Pasar Atas Cimahi, dilanjutkan ke sekelompok pengendara ojek online dan pedagang, sebelum akhirnya melanjutkan pemeriksaan ke suatu pusat perbelanjaan ritel. "Jadi nanti akan ada 627 pusling yang akan kita convert menjadi mobile COVID-19, tidak merubah tapi menambah fasilitasnya," ujarnya.

Siska mengatakan, setiap mobil akan dilengkapi 300 buah alat kesehatan yang akan diberikan secara bertahap, berikut alat rapid test, alat pelindung diri (APD) dan perlengkapan kesehatan lainnya.

"Nanti akan berkeliling di kecamatan, setiap ada kerumunan berhenti dan akan memberikan pemeriksaan seperti yang kita lakukan di Kota Cimahi. Kita pastikan memang semuanya nonreaktif, ini sebagai cara kita preventif untuk mencegah penularan," tutur Siska.

Selain Pusling, Dinkes Jabar juga akan memanfaatkan mobil MPUS menjadi mobil rapid test, kemudian satu unit kendaraan dari Labkesda Jabar menjadi mobile PCR Test, kemudian mobil bus operasional dari Disdik dan Biro Umum akan dimanfaatkan untuk operasional menyisir COVID-19 di daerah-daerah.

(yum/bbn)